Libur Sekolah Menjadi Sarana Wisata Edukatif Bagi Siswa
- 26 Jun 2026 07:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID,SURABAYA – Masa libur panjang sekolah dimanfaatkan banyak siswa untuk berwisata ke berbagai destinasi favorit di Indonesia. Bersama keluarga maupun teman-teman, mereka mengunjungi sejumlah lokasi wisata seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan, Pantai Pandawa, Pantai Kuta, Pantai Kenjeran, Kebun Binatang Surabaya, hingga Sengkaling. Selain menjadi sarana rekreasi, kegiatan tersebut juga dinilai memiliki nilai pendidikan yang bermanfaat bagi perkembangan siswa.
Pandangan tersebut disampaikan sejumlah akademisi dari Surabaya saat dihubungi Pro1 melalui sambungan telepon, Kamis 25 Juni 2026. Mereka menilai konsep wisata sambil belajar atau educational tourism dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif karena memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik di luar ruang kelas.
Dosen Program Studi Informasi dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga, Helmy Prasetyo Yuwinanto, mengatakan bahwa proses belajar melalui pengalaman nyata akan membuat siswa lebih mudah memahami objek yang dipelajari. Menurutnya, pembelajaran tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas, tetapi juga dapat diperoleh melalui kunjungan ke berbagai destinasi wisata yang memiliki nilai edukatif.
“Belajar melalui pengalaman saat wisata akan lebih mengenal obyeknya. Wisata sambil belajar di Tugu Pahlawan Surabaya bisa mempelajari sejarahnya. Di Kebun Binatang Surabaya bisa belajar tentang lingkungan alam, bisa tentang biologi dan bermacam-macam binatang,” ujar Helmy yang akrab disapa Pak Helmy.
Ia menjelaskan bahwa wisata edukatif mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual. Siswa tidak hanya menerima informasi secara teoritis, tetapi juga dapat melihat, mengamati, dan berinteraksi langsung dengan objek pembelajaran. Dengan demikian, materi yang dipelajari menjadi lebih mudah dipahami dan diingat dalam jangka panjang.
Pak Helmy menambahkan bahwa setiap destinasi wisata memiliki nilai pendidikan yang berbeda. Tempat-tempat bersejarah dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan sejarah dan budaya bangsa, sedangkan kawasan konservasi, taman satwa, maupun kebun binatang dapat menjadi sarana pembelajaran tentang lingkungan, flora, dan fauna.
Sementara itu, Kepala Program Studi Usaha Layanan Wisata (ULW) SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya, Erlin Ayu Wirasti, menyampaikan bahwa kegiatan wisata yang dipadukan dengan pembelajaran dapat memperluas wawasan serta pengalaman siswa dalam berbagai bidang. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat dilakukan baik saat masa libur sekolah maupun dalam program studi tour yang diselenggarakan lembaga pendidikan.
“Ini bisa dilakukan ketika sekolah mengadakan acara wisata. Seperti studi tour atau tour religi. Misalnya di Candi Borobudur, Candi Prambanan, Sengkaling Malang, maupun tour religion di Wali Songo. Belajar sekaligus berwisata akan menambah wawasan dan pengalaman siswa,” kata Erlin Ayu Wirasti.
Ia berharap momentum libur sekolah dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk beristirahat dan berekreasi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan sehingga mampu memperkaya pengetahuan peserta didik di luar lingkungan sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....