Kurikulum Nasional Hanya Ganti Nama, Fokus ke Pembelajaran Mendalam

  • 26 Jun 2026 15:43 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Buol - Perubahan kebijakan pendidikan di Indonesia kerap memicu kebingungan, baik di kalangan pendidik maupun masyarakat umum. Menanggapi hal tersebut, Ketua Guru Kreator Konten Sulawesi Tengah, Firmansyah B. Hi Madjo, S.Pd., Gr., atau yang akrab disapa Pak Iman, memberikan klarifikasinya.

Menurut Iman, saat ini tengah terjadi miskonsepsi di tengah masyarakat, bahkan di kalangan guru itu sendiri, terkait kehadiran Kurikulum Nasional yang menggantikan Kurikulum Merdeka.

"Sebenarnya kurikulum kita itu hanya berubah nama saja. Dari yang kemarin Kurikulum Merdeka, sekarang untuk pendidikan yang sekarang itu namanya Kurikulum Nasional dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning)," ujar Iman saat diwawancarai, Jumat, 26 April 2026

Iman menjelaskan bahwa banyak orang awam keliru menganggap pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai sebuah kurikulum baru. Padahal, hal tersebut merupakan metode atau pendekatan skema pembelajaran yang disempurnakan dari kurikulum-kurikulum sebelumnya, yang bernaung di bawah Kurikulum Nasional.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pihak kementerian dan para guru, khususnya guru kreator konten, untuk meluruskan miskonsepsi ini melalui media sosial.

"Kita sebagai kreator konten atau guru yang beredukasi melalui konten media sosial menjadi partner dari kementerian untuk mempromosikan bagaimana program-program inti dari apa yang mereka buat di pusat. Jadi kita sebagai penerus," tambahnya.

Selain perubahan nama kurikulum, Iman juga menyoroti perubahan fokus capaian bagi peserta didik. Jika pada era Kurikulum Merdeka mengacu pada Profil Pelajar Pancasila, maka pada era Kurikulum Nasional dengan pendekatan pembelajaran mendalam ini, fokus dialihkan pada 8 Dimensi Profil Lulusan.

Iman menegaskan bahwa 8 dimensi ini tidak hanya wajib dipahami oleh guru, tetapi juga oleh orang tua dan seluruh lapisan masyarakat agar dapat mendukung perkembangan anak secara optimal.

Penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) serta fokus pada 8 dimensi profil lulusan dirancang untuk menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, aman, dan suportif, sekaligus memastikan setiap peserta didik mendapatkan kualitas pengajaran terbaik yang relevan dengan tantangan zaman.

Melalui arah baru ini, Kurikulum Nasional diharapkan mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang inklusif, aman, dan suportif, sekaligus menjamin kualitas pengajaran bermutu yang merata bagi seluruh peserta didik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....