Wawako Payakumbuh Minta Orang Tua Bentengi Anak dengan Filosofi Adat

  • 25 Jun 2026 08:43 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Payakumbuh – Arus digitalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut pengawasan yang lebih adaptif dari lingkungan domestik keluarga. Orang tua diimbau menjadi garda terdepan dalam menyaring dampak negatif eksternal demi menyelamatkan masa depan moral anak pada Rabu, 24 Juni 2026.

Pesan mendalam tersebut dilontarkan Wakil Wali Kota Elzadaswarman di hadapan para wali murid pada acara khatam Al-Qur'an 47 santri di Kecamatan Payakumbuh Utara. Pemko menilai benteng keluarga merupakan instrumen paling vital dalam membentuk kepribadian dan kontrol diri anak sejak dini.

"Perkembangan zaman saat ini sangat cepat dan dinamis. Kondisi ini menuntut kita semua sebagai orang tua untuk lebih adaptif dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang kuat," ujar Elzadaswarman.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawinkan pemahaman spiritual spiritual keagamaan dengan pelestarian nilai-nilai luhur adat budaya Minangkabau. Implementasi filosofi daerah dinilai sangat relevan untuk menjaga jati diri generasi muda agar tidak tergerus modernisasi.

"Kita dituntut memberikan pemahaman yang lebih mendalam, baik secara spiritual keagamaan maupun adat istiadat. Mari kita jaga anak-anak kita dengan memegang teguh filosofi Minangkabau, Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah," ucap Wawako lugas.

Sementara itu, Kepala Kankemenag Payakumbuh Hendri Yazid memaparkan total wisudawan kali ini terdiri atas 22 santri dan 25 santriwati. Pihaknya mengapresiasi kegigihan para guru mengaji yang tanpa lelah mentransfer ilmu Al-Qur'an sebagai bekal kepedulian sosial santri di tengah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....