AKI dan AKB Masih Tinggi, Pemkab Parigi Moutong Perkuat Sinergi Lintas Sektor
- 25 Jun 2026 04:43 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parigi Moutong - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memperkuat koordinasi lintas program dan lintas sektor guna menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Parigi Moutong, Zulfinasran, saat membuka Pertemuan dan Evaluasi Lintas Program dan Lintas Sektor dalam Upaya Peningkatan Capaian Antenatal Care (ANC) K6 dan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Tahun 2026, di Aula Hotel Anutapura, Senin 22 Juni 2026.
Mewakili Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase, Zulfinasran mengatakan penurunan AKI dan AKB menjadi perhatian serius pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat serta capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Menurutnya, angka kematian bayi yang masih berada pada kisaran lebih dari 70 kasus harus menjadi perhatian seluruh pihak untuk dicari akar penyebabnya dan ditangani secara bersama-sama.
“Upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi tidak bisa dilakukan sendiri oleh sektor kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh pihak mulai dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, organisasi masyarakat hingga perangkat daerah terkait,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah faktor penyebab kematian ibu dan bayi juga memiliki keterkaitan dengan program percepatan penurunan stunting. Karena itu, pendekatan kolaboratif dari tingkat desa hingga kabupaten dinilai menjadi langkah penting dalam mempercepat penyelesaiannya.
Dalam forum tersebut, Zulfinasran menekankan pentingnya pendampingan terhadap ibu hamil melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin. Tenaga kesehatan dan kader diminta aktif melakukan kunjungan apabila terdapat ibu hamil yang tidak melakukan pemeriksaan sesuai jadwal.
“Jika ada ibu hamil yang tidak hadir melakukan pemeriksaan, maka perlu dilakukan kunjungan langsung agar kondisi kesehatan ibu dan janin tetap dapat dipantau,” katanya.
Selain itu, ketersediaan stok darah serta akses rujukan bagi ibu hamil masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah mendorong penguatan layanan kesehatan melalui program home care, peningkatan pelayanan kesehatan dasar, dan respons cepat terhadap kondisi kegawatdaruratan.
Sekda juga mendorong pembentukan satuan tugas maupun kelompok kerja penurunan AKI dan AKB yang terintegrasi dengan struktur yang telah ada sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.
Di akhir kegiatan, Zulfinasran mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam menekan angka kematian ibu dan bayi demi mewujudkan masyarakat Parigi Moutong yang lebih sehat dan sejahtera.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....