Merenungi Makna Kehidupan Melalui Surah Yasin Ayat 68

  • 24 Jun 2026 05:49 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon - Setiap manusia pasti akan mengalami perjalanan kehidupan, dari masa kecil, tumbuh menjadi dewasa, hingga kembali mengalami kelemahan ketika usia semakin bertambah. Hal ini menjadi pengingat bahwa kekuatan, kesehatan, dan waktu yang kita miliki hanyalah titipan dari Allah SWT.

Dalam kajian yang disampaikan oleh Tgk. Isra Abu Bakar, S.Pd.I secara langsung dari Masjid Agung Ruhama Takengon dan disiarkan melalui PRO 1 RRI Takengon, Rabu, 24 Juni 2026, Tgk Isra mengajak umat Islam untuk merenungi makna kehidupan melalui Surah Yasin ayat 68.

Allah SWT berfirman:

“Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti?”

(QS. Yasin: 68)

Ayat ini menjelaskan bahwa semakin panjang usia seseorang, maka akan terjadi perubahan dalam dirinya. Manusia yang dahulu kuat dan memiliki banyak kemampuan, suatu saat akan mengalami penurunan fisik maupun mental. Kekuatan yang dimiliki perlahan melemah, daya ingat berkurang, dan seseorang bisa kembali membutuhkan bantuan seperti ketika ia masih kecil.

Tafsir ayat ini mengajarkan kepada manusia agar selalu menyadari bahwa kehidupan dunia memiliki batas. Tidak ada kekuatan yang abadi kecuali kekuasaan Allah SWT. Karena itu, setiap nikmat berupa umur, kesehatan, dan kesempatan harus digunakan untuk memperbanyak ibadah, menuntut ilmu, dan berbuat kebaikan.

Sebagai seorang Muslim, manusia dianjurkan untuk selalu memanjatkan doa agar Allah memberikan keberkahan dalam hidup, keberkahan usia, serta ilmu yang diperoleh menjadi ilmu yang bermanfaat. Sebab nilai kehidupan bukan hanya dilihat dari berapa lama seseorang hidup, tetapi bagaimana ia mengisi kehidupannya dengan amal yang membawa kebaikan.

Dalam kesempatan tersebut, Tgk. Isra Abu Bakar juga menyampaikan pesan penting tentang makna hijrah. Beliau mengingatkan bahwa perubahan menuju kebaikan harus dimulai dari dalam diri.

Pertama, hijrahkan hati.

Membersihkan hati dari sifat buruk, memperbaiki niat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Kedua, hijrahkan seluruh bagian tubuh.

Menjadikan mata, lisan, tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuh sebagai sarana untuk melakukan kebaikan serta menjauhi perbuatan yang tidak diridhai Allah.

Ketiga, hijrahkan tempat tinggal.

Yaitu berpindah atau memperbaiki lingkungan kehidupan apabila hal tersebut membawa seseorang lebih dekat kepada Allah dan mendukung perubahan menuju kebaikan.

Beliau menegaskan bahwa tujuan utama dari hijrah bukan sekadar perubahan tempat atau keadaan, tetapi bagaimana seorang hamba mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT dan meraih kemenangan dalam pandangan Allah.

Melalui Surah Yasin ayat 68 ini, kita diingatkan untuk tidak menyia-nyiakan usia yang diberikan. Setiap hari adalah kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan menjadi manusia yang lebih baik.

Karena sesungguhnya, keberkahan hidup bukan hanya tentang panjangnya umur, tetapi tentang bagaimana umur tersebut membawa kita semakin dekat kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....