Muharam 1448 H: Menyiapkan “Mimbar Perubahan” untuk Masa Depan yang Lebih Baik

  • 16 Jun 2026 06:50 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Memasuki 1 Muharam 1448 Hijriah, umat Islam diajak menjadikan tahun baru Islam sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Pesan tersebut disampaikan oleh Tgk. Dr. Ihsan Harun, M.A. dalam tausiah Subuh yang disiarkan langsung oleh Pro 1 RRI Takengon, Selasa (16/6/2026) pukul 05.30 WIB.

Mengawali tausiahnya dengan puji syukur ke hadirat Allah SWT serta shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW, dia menjelaskan bahwa Muharam merupakan salah satu bulan mulia yang dikenal sebagai “bulan Allah”. Bulan ini mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, sebuah perjalanan yang sarat makna perubahan dan perjuangan.

Menurutnya, hakikat hijrah tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Setiap Muslim diajak melakukan evaluasi diri dan bertekad menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

“Mungkin saat ini kita belum menjadi orang tua yang mampu melahirkan anak-anak saleh, belum menjadi suami terbaik, atau belum memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Namun tahun ini harus menjadi titik awal untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.

Dalam tausiah tersebut, Tgk. Ihsan Harun juga mengisahkan sebuah cerita inspiratif tentang seorang tukang kayu di Kota Baghdad yang membuat sebuah mimbar sangat indah. Banyak orang tertarik untuk membelinya, namun ia menolak dengan tegas. Tukang kayu itu mengatakan bahwa mimbar tersebut dipersiapkan untuk Masjid Al-Aqsa, meskipun pada masa itu masjid suci tersebut masih berada di bawah kekuasaan musuh.

Dengan penuh keyakinan, ia berkata bahwa suatu saat akan ada orang yang meletakkan mimbar tersebut di Masjid Al-Aqsa. Empat puluh tahun kemudian, keyakinan itu terbukti ketika Salahuddin Al-Ayyubi berhasil membebaskan Yerusalem dan menempatkan mimbar tersebut di Masjid Al-Aqsa.

Dari kisah tersebut, Ihsan mengajak jamaah untuk selalu “mempersiapkan mimbar” dalam kehidupan. Artinya, terus menanam kebaikan, melakukan perubahan, dan berkontribusi bagi masyarakat meskipun hasilnya belum dapat dirasakan saat ini.

“Boleh jadi kita tidak menikmati hasil dari perubahan yang kita lakukan hari ini. Namun anak cucu kita kelak akan merasakan manfaat dari jerih payah yang kita tanam sekarang,” tuturnya.

Di akhir tausiah, dia mengingatkan firman Allah SWT bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka sendiri berusaha mengubah keadaan mereka. Karena itu, semangat tahun baru Islam hendaknya menjadi motivasi untuk terus berbenah, memperkuat keimanan, dan menebarkan manfaat bagi sesama.

Semoga semangat hijrah di tahun 1448 Hijriah menjadi inspirasi bagi seluruh umat Islam untuk menyiapkan “mimbar-mimbar kebaikan” yang akan membawa manfaat bagi generasi masa kini dan masa depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....