Vaksinasi Emergensi Sasar Puluhan HPR di Jembrana Pasca Gigitan Rabies
- 24 Jun 2026 06:18 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, melalui bidang Kesehatan Hewan bergerak cepat menggelar vaksinasi emergensi (darurat) di Banjar Tangi, Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara, Jembrana, Selasa 23 Juni 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk pencegahan penyebaran virus rabies, pasca kasus gigitan anjing terhadap tiga warga setempat.
Pantauan di lokasi, satu persatu hewan penular rabies (HPR) disisir oleh petugas Medik Veteriner Kecamatan Negara dengan pendampingan Kepala Kewilayahan Banjar Tangi. Petugas menyasar anjing dan kucing milik warga dalam radius skitar 3 kilometer dari lokasi gigitan anjing tersebut.
Petugas langsung menyasar setiap rumah warga yang memiliki hewan piaraan anjing maupun kucing, termasuk anjing liar diseputaran lokasi. Penerapan berbagai metode penanganan dilakukan sesuai karakter hewan. Untuk anjing berukuran besar atau sulit dikendalikan pemiliknya, vaksinasi dilakukan menggunakan alat tulup.
Berbeda dengan anjing yang jinak dan kucing. petugas mewajibkan hewan tersebut dipegang atau ditangkap terlebih dahulu lalu disuntikan vaksin langsung oleh petugas. Ditemui langsung di lokasi, Kordinator Medikvet Kecamatan Negara, drh. Ni Nyoman Citra Susilawati mengatakan, gerak cepat vaksinasi emergensi ini, sebagai tindaklanjut hasil sampel otak anjing dari BBvet Denpasar pada Minggu 21 Juni 2026 yang menyatakan positif rabies.
Petugas berhasil memvaksin sebanyak 50 ekor HPR yang terdiri dari 20 ekor anjing dan 30 ekor kucing. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena vaksinasi lanjutan akan kembali dijadwalkan di Desa Tegal Badeng Timur dengan melibatkan Tim Siaga Rabies (Tisira). "Dari vaksinasi emergency ini sebanyak 20 anjing serta 30 kucing yang berhasil divaksin. Untuk selanjutnya akan ada jadwal lanjutan di Desa Tegal Badeng Timur yang akan kami koordinasikan bersama Tisira," jelasnya.
Untuk diketahui, kasus di Desa Tegal Badeng Timur itu menambah daftar temuan rabies di Kecamatan Negara sepanjang Januari hingga Juni 2026. Berdasarkan data Medik Veteriner Kecamatan Negara, tercatat sebanyak 12 sampel hewan yang seluruhnya berasal dari anjing dinyatakan positif rabies selama 6 bulan pertama tahun ini.
Dari jumlah tersebut, Desa Banyubiru menjadi wilayah dengan kasus terbanyak yakni 5 sampel positif rabies. Disusul Desa Baluk dan Desa Berangbang masing-masing 2 kasus. Sementara Kelurahan Loloan Barat, Kelurahan Banjar Tengah, dan Desa Tegal Badeng Timur masing-masing tercatat 1 kasus positif.
Selain melakukan vaksinasi, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan rabies. Pemilik HPR diminta tidak melepasliarkan hewan peliharaannya agar tidak berkontak dengan anjing atau kucing liar yang status kesehatannya tidak diketahui.
Warga juga diimbau memastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies secara rutin sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah. Diberitakan sebelumnya, anjing jantan berwarna coklat mengigit tiga warga setempat, dua antaranya merupakan bocah 4 tahun dan 5 tahun.
Gigitan tersebut terjadi pada hari Minggu 14 Juni dan Senin malam 15 Juni 2026. Anjing terebut kemudian ditemukan mati oleh warga pada Selasa pagi 16 Juni 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....