Lima Finalis OPD Adu Inovasi dalam Grand Final Gender Champion 2026
- 23 Jun 2026 20:03 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Lima finalis perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta adu gagasan dan inovasi dalam Grand Final Pemilihan Gender Champion bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Balai Tawangarum, Balai Kota Surakarta, Selasa 23 Juni 2026.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Surakarta, Kristiana Haryanti, mengatakan kelima finalis terpilih setelah melalui serangkaian tahapan seleksi yang diikuti 35 OPD.
Menurutnya, pada babak final para peserta mempresentasikan video dan memaparkan isu-isu strategis terkait Pengarusutamaan Gender (PUG). Selain itu, para finalis juga mengikuti sesi tanya jawab bersama dewan juri.
“Pada babak final peserta mempresentasikan video, memaparkan isu-isu strategis terkait Pengarusutamaan Gender serta mengikuti sesi tanya jawab dengan dewan juri,” katanya.
Ia menjelaskan ajang Gender Champion bertujuan mendorong ASN agar semakin memahami dan mengimplementasikan perspektif gender dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan publik. Dengan demikian, program dan kebijakan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang setara bagi seluruh masyarakat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menegaskan Gender Champion tidak hanya menjadi program internal di kalangan ASN. Menurutnya, program tersebut harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
“Kami berharap pemenang Gender Champion tahun ini dapat bekerja lebih keras dalam mengawal isu kesetaraan gender, menciptakan ruang aman bagi masyarakat, serta memperluas jangkauan program yang menyentuh seluruh kalangan,” katanya.
Astrid mengatakan Pengarusutamaan Gender merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Melalui strategi tersebut, kebijakan, program, dan kegiatan pemerintah diharapkan mampu menjawab kebutuhan seluruh kelompok masyarakat secara setara.
Ia menilai setiap finalis memiliki keunggulan masing-masing, baik dari sisi komunikasi, kreativitas, maupun inovasi program yang ditawarkan. Berbagai inovasi tersebut diharapkan tidak hanya menginspirasi, tetapi juga mampu mengedukasi masyarakat.
“Harapannya inovasi yang dihasilkan tidak hanya menginspirasi dan mengedukasi, tetapi juga mampu menggerakkan berbagai pihak untuk mendukung pelaksanaan Pengarusutamaan Gender di Kota Surakarta,” ujarnya.
Melalui ajang Gender Champion, Pemerintah Kota Surakarta berharap lahir agen-agen perubahan di lingkungan ASN. Agen perubahan tersebut diharapkan dapat memperkuat komitmen dan kolaborasi dalam mewujudkan Kota Solo yang inklusif, setara, dan aman bagi seluruh masyarakat. (SF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....