Peringatan Hari Air Sedunia 2026 Soroti Isu Kesetaraan Gender

  • 19 Mar 2026 13:16 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Setiap tanggal 22 Maret, dunia memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day) sebagai momentum meningkatkan kesadaran masyarakat global terhadap pentingnya air bersih dan pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. Peringatan internasional ini diprakarsai oleh United Nations dan pertama kali diperingati pada tahun 1993 sebagai bagian dari upaya global menghadapi krisis air yang masih dialami banyak negara.

Pada tahun 2026, peringatan Hari Air Sedunia mengangkat tema “Water and Gender” atau Air dan Kesetaraan Gender. Tema tersebut menekankan bahwa akses terhadap air bersih dan sanitasi merupakan hak dasar manusia yang juga sangat berpengaruh terhadap upaya mewujudkan kesetaraan gender di berbagai belahan dunia.

Koordinator global peringatan ini adalah UN-Water yang setiap tahun menetapkan tema kampanye Hari Air Sedunia. Melalui tema tersebut, dunia diingatkan bahwa air tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar manusia, tetapi juga dengan isu pembangunan, kesehatan, pendidikan, hingga keadilan sosial.

Menurut laporan lembaga PBB, krisis air masih menjadi persoalan serius di berbagai negara. Lebih dari dua miliar penduduk dunia masih hidup tanpa akses air minum yang aman. Kondisi tersebut mendorong berbagai organisasi internasional untuk meningkatkan upaya penyediaan air bersih dan sanitasi yang layak bagi masyarakat.

Tema Water and Gender juga menyoroti fakta bahwa perempuan dan anak perempuan sering kali menjadi pihak yang paling terdampak oleh krisis air. Di banyak wilayah, mereka bertanggung jawab mengambil air untuk kebutuhan rumah tangga, bahkan harus menempuh jarak yang jauh setiap hari untuk mendapatkan air bersih.

Data internasional menunjukkan bahwa di banyak rumah tangga yang tidak memiliki akses air di dalam rumah, perempuan dan anak perempuan menjadi pihak utama yang melakukan pengambilan air. Situasi tersebut membuat mereka kehilangan waktu untuk pendidikan, pekerjaan, maupun aktivitas sosial lainnya.

Melalui kampanye global dengan slogan Where Water Flows, Equality Grows”, komunitas internasional mendorong agar perempuan dilibatkan secara aktif dalam pengelolaan sumber daya air. Termasuk dalam proses pengambilan keputusan dan kepemimpinan di sektor air dan sanitasi.

Peringatan Hari Air Sedunia diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga sumber daya air sekaligus mendorong kerja sama global dalam mengatasi krisis air. Upaya tersebut juga sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan dunia, khususnya Sustainable Development Goal (SDG) 6, yakni memastikan ketersediaan air bersih dan sanitasi bagi semua pada tahun 2030. (Wiwik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....