Ikhlas dalam Islam, Membentuk Pribadi Rendah Hati dan Tangguh
- 23 Jun 2026 16:14 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dalam ajaran Islam, ikhlas merupakan salah satu nilai utama yang sangat ditekankan karena menjadi pondasi diterimanya setiap amal ibadah. Amal sebesar apa pun dapat kehilangan nilai jika tidak disertai niat yang tulus karena Allah Swt.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Drs. H. Rahmana Abdurrahman, M.Fil.I dalam acara Hikmah Subuh, Selasa, 23 Juni 2026 di RRI Pro4 Banjarmasin. Menurutnya, keikhlasan membuat seseorang senantiasa menjaga niat agar tidak disertai keinginan untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari manusia.
Sebagaimana Rasulullah saw juga menegaskan bahwa setiap amal bergantung pada niat yang melatarbelakanginya. Hal tersebut tidak hanya menjadi syarat diterimanya ibadah, tetapi juga menghadirkan ketenangan hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari, termasuk saat menghadapi ujian.
“Ikhlas itu tidak gampang terpengaruh pujian ataupun celaan, sebab fokus utamanya adalah ridha Allah Swt saja,” ujar Ustaz Rahmana. “Ini adalah cermin kuatnya iman seorang Muslim yang meyakini bahwa Allah adalah sebaik-baik pemberi ganjaran.”
Menurutnya, keikhlasan akan membentuk pribadi yang rendah hati serta terhindar dari sifat riya, ujub, maupun takabur. Dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, ikhlas juga menjadi sumber kekuatan agar seseorang tetap sabar dan tawakal.
“Dalam pandangan Islam, ikhlas itu adalah membersihkan hati. Layaknya cermin, hati pun perlu terus dibersihkan untuk mencapai keikhlasan,” ujarnya.
Ustaz Rahmana berpesan agar umat Muslim meyakini bahwa ikhlas bukan hanya sekadar konsep, tetapi merupakan jalan hidup yang menuntun seseorang untuk senantiasa berserah diri dalam setiap keadaan. Dengan demikian, hidup akan dipenuhi keberkahan Allah Swt di dunia maupun akhirat.
“Dengan ikhlas, setiap amal menjadi bernilai,” katanya. “Setiap ujian terasa ringan dan setiap nikmat akan menghadirkan rasa syukur.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....