Pembangunan Jembatan Sidabowa Capai 92 Persen, Target Fungsional Akhir Juni
- 23 Jun 2026 10:19 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Progres pembangunan Jembatan Sidabowa di Kabupaten Banyumas kini telah mencapai sekitar 92 persen. Hal tersbeut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, S.T., M.Si.
Kresnawan mengungkapkan saat ini, pekerjaan tersisa tinggal tahap finishing dan pengaspalan sebelum jembatan tersebut dapat difungsikan untuk masyarakat. Pemerintah Kabupaten Banyumas menargetkan pembangunan jembatan dapat rampung pada akhir Juni 2026.
"Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, jembatan diproyeksikan sudah bisa dibuka dan digunakan sebelum batas akhir kontrak yang jatuh pada 9 Juli 2026," katanya, menjelaskan.
Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Banyumas juga menyebut, kondisi cuaca selama beberapa waktu terakhir sangat mendukung proses pengerjaan. Intensitas hujan yang mulai berkurang membuat pekerjaan, terutama di area sungai, dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah, untuk faktor cuaca tidak ada kendala. Saat pelaksanaan kegiatan intensitas hujan sedang berkurang sehingga sangat mendukung pekerjaan di lapangan,” kata Kresnawan.
Pembangunan akses jalan dan Jembatan Sidabowa ini menelan total anggaran sebesar Rp28 miliar yang bersumber dari APBN melalui Kementerian PUPR. Sementara untuk pengadaan tanah dialokasikan anggaran sebesar Rp11,8 miliar dari APBD Kabupaten Banyumas.

Selama proses pembangunan berlangsung, akses masyarakat sementara dialihkan. Warga dari arah selatan diarahkan melalui jalur Notog, sedangkan dari sisi utara melalui Karanglewas.
Meski dinilai cukup merepotkan, kebijakan ini dilakukan demi kelancaran proyek. Kedepannya, keberadaan Jembatan Sidabowa diharapkan mampu memperlancar akses dan mobilitas warga di sejumlah desa, khususnya wilayah barat jembatan.
Di antaranya Desa Karanganyar, Kedungwuluh Lor, Kedungwuluh Kidul, Notog, Karangendep, dan Sawangan Wetan di Kecamatan Patikraja, Desa Kediri di Kecamatan Karanglewas, serta Desa Panusupan dan Jatisaba di Kecamatan Cilongok, hingga sejumlah desa di Kecamatan Purwojati.
Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, jembatan baru ini juga diyakini akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Tidak hanya itu, pembangunan Jembatan Sidabowa juga diproyeksikan membantu mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di kawasan Pasar Patikraja.
DPU Banyumas menegaskan, pembangunan jembatan permanen ini menjadi peningkatan signifikan dari kondisi sebelumnya yang hanya berupa jembatan gantung dan terbatas untuk kendaraan roda dua. Kini, dengan konstruksi permanen, Jembatan Sidabowa nantinya dapat dilalui kendaraan roda empat, sehingga memberikan akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan efisien bagi masyarakat.
Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat menjaga serta memanfaatkan fasilitas tersebut dengan baik setelah resmi beroperasi, sekaligus terus mendukung penyelesaian proyek hingga tuntas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....