Wamendikdasmen Dorong MBS Wanayasa Kabupaten Banjarnegara Buka Setara SMA

  • 22 Jun 2026 11:33 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banjarnegara – Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan menengah atas di Kabupaten Banjarnegara masih berada di kisaran 60 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi lulusan SMP.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Fajar Riza Ul Haq, mendukung rencana pengembangan Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (MBS) Wanayasa dengan membuka jenjang Madrasah Aliyah (MA) atau setara Sekolah Menengah Atas (SMA).

Dukungan itu disampaikan Fajar saat menghadiri Pengajian Ahad Wage yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wanayasa di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (21/6/2026).

Menurut Fajar, perluasan jenjang pendidikan di MBS Wanayasa penting dilakukan mengingat lembaga tersebut selama ini baru menyelenggarakan pendidikan tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau setara SMP.

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, APK untuk jenjang SD dan SMP di Banjarnegara sudah tergolong baik. Namun, partisipasi pendidikan pada jenjang menengah atas masih perlu ditingkatkan.

"Artinya apa. Kita perlu memperbanyak putra-putri kita di Banjarnegara untuk mengikuti jenjang pendidikan SMA atau Madrasah Aliyah setelah selesai SMP," kata Fajar.

Ia berharap pendirian jenjang pendidikan setara SMA di MBS Wanayasa dapat menambah daya tampung siswa dan membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi lulusan SMP di Banjarnegara.

Untuk mendukung realisasi rencana tersebut, Fajar menyatakan akan mengomunikasikan kebutuhan pembangunan sarana pendidikan kepada jajaran kementerian melalui program revitalisasi sekolah yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program itu memungkinkan pemberian bantuan berupa Unit Gedung Baru (UGB) maupun Unit Sekolah Baru (USB).

Selain itu, Fajar meminta pemerintah daerah memberikan kemudahan dalam proses administrasi dan perizinan bagi organisasi kemasyarakatan keagamaan yang berinisiatif mendirikan lembaga pendidikan.

"Ketika ada kelompok masyarakat seperti Muhammadiyah, NU, maupun ormas keagamaan lainnya hendak mendirikan sekolah, harusnya dipermudah prosesnya. Jangan menjadikan sekolah swasta sebagai saingan sekolah negeri. Keberadaan sekolah swasta justru membantu pemerintah daerah menunaikan mandat konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa," ujarnya.

Fajar juga mendorong seluruh lembaga pendidikan swasta di Banjarnegara untuk terus meningkatkan kualitas dan akreditasi sehingga mampu berkembang menjadi sekolah unggulan yang kompetitif.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi PCM Muhammadiyah Wanayasa yang secara rutin menggelar pengajian selapanan setiap Minggu Wage dan dihadiri ratusan warga.

"Saya berharap komitmen spiritual yang kuat ini terus selaras dengan semangat kolektif warga Muhammadiyah dalam merawat amal usaha di bidang pendidikan, sosial, dan kesehatan," katanya.

Pengajian yang menghadirkan tausiyah Ustadz Zahrodin Fanani itu juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara, Ketua DPRD Banjarnegara, Kepala Dindikpora Banjarnegara, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara, serta unsur Forkopimcam Wanayasa. (jkw)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....