Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Lakukan Buildup Stok BBM Jaga Pasokan di Way Kanan
- 19 Jun 2026 20:18 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung: Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Way Kanan dalam beberapa hari terakhir memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena mengganggu aktivitas transportasi dan distribusi barang di wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan RRI di lapangan, antrean kendaraan roda empat maupun roda dua terjadi di sejumlah SPBU sejak pagi hari. Pengendara harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM bersubsidi, khususnya Pertalite dan Solar. Bahkan, sebagian masyarakat mengaku tidak kebagian BBM karena stok di SPBU habis lebih cepat dari biasanya.
Menyikapi kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap menjadi prioritas dan berbagai langkah antisipatif telah dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi energi di Way Kanan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif guna memastikan penyaluran BBM berjalan optimal.
"Pertamina Patra Niaga terus memantau kondisi penyaluran BBM di Way Kanan dan telah melakukan buildup stok BBM ke SPBU maupun Pertashop, memastikan ketersediaan stok saat operasional dimulai, serta mengoptimalkan fungsi marshaling di SPBU untuk membantu pengaturan antrean kendaraan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berlangsung dengan lebih baik," ujar Rusminto, dalam keterangannya yang diterima RRI, Jumat 19 Juni 2026.
Menurutnya, Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan Integrated Terminal Panjang dan seluruh lembaga penyalur guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Saat ini terdapat lima SPBU yang melayani masyarakat di Kabupaten Way Kanan. Namun, salah satu SPBU, yakni SPBU Simpang Empat, belum beroperasi sejak 13 Mei 2026 karena sedang menjalani proses perubahan manajemen dan pemeliharaan fasilitas.
Selain itu, penyaluran BBM jenis Pertalite di SPBU Baradatu untuk sementara belum dapat dilakukan sejak 22 Mei 2026 akibat gangguan pada perangkat digitalisasi yang masih dalam proses perbaikan. Kondisi tersebut menyebabkan beban pelayanan terpusat pada SPBU lain sehingga antrean kendaraan meningkat.
Sejumlah warga menyebut pasokan BBM yang diterima SPBU dalam beberapa waktu terakhir belum mampu mengimbangi tingginya permintaan masyarakat. Akibatnya, stok BBM bersubsidi sering habis dalam waktu singkat dan memicu antrean panjang kendaraan. Kondisi ini juga mulai berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama sektor transportasi dan distribusi barang.
Pertamina menegaskan pihaknya terus melakukan evaluasi dan pemantauan berkala terhadap kondisi penyaluran BBM di Way Kanan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Kami terus berupaya memastikan kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi melalui distribusi yang optimal dan layanan yang tetap berjalan dengan baik," kata Rusminto.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pasokan dan penyaluran BBM, menurut perusahaan, terus dilakukan sesuai alokasi yang telah ditetapkan.
Masyarakat juga diharapkan membeli BBM sesuai kebutuhan dan mengikuti antrean secara tertib guna mendukung kelancaran pelayanan di SPBU hingga kondisi distribusi kembali normal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....