Harga Pertamax Naik, Warga di Pesawaran Beralih ke Pertalite

  • 10 Jun 2026 13:08 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat di Kabupaten Pesawaran. Di SPBU Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, sejumlah konsumen yang sebelumnya rutin menggunakan Pertamax kini mulai mengurangi pembelian bahkan beralih ke BBM dengan harga yang lebih terjangkau.

Koordinator SPBU Kurungan Nyawa, Warsito Wibowo, mengatakan pihaknya menerima informasi penyesuaian harga secara mendadak dan langsung menerapkannya sesuai ketentuan yang berlaku.

“Untuk wilayah Kurungan Nyawa dan Pesawaran, harga Pertamax naik dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter. Informasi perubahan harga kami terima tadi malam dan langsung dilakukan penyesuaian,” kata Warsito, Rabu, 10 Juni 2026.

Menurutnya, kenaikan harga tersebut berdampak pada penjualan Pertamax. Sejak harga baru diberlakukan, pembelian Pertalite mengalami peningkatan, sementara konsumsi Pertamax mulai menurun.

“Masyarakat tentu berharap harga tidak naik. Namun karena ini merupakan kebijakan pemerintah, kami harus mengikuti. Setelah harga naik, pembelian Pertalite lebih banyak, sedangkan Pertamax mengalami penurunan. Banyak konsumen yang sebelumnya membeli Pertamax kini beralih ke Pertalite,” ujarnya.

Warsito menjelaskan, sebelum penyesuaian harga diberlakukan, antrean kendaraan yang mengisi Pertamax terbilang cukup ramai. Namun kondisi tersebut mulai berubah setelah kenaikan harga diumumkan. Meski demikian, masih ada sebagian masyarakat yang tetap mempertahankan penggunaan Pertamax karena alasan kenyamanan dan performa kendaraan.

“Ada beberapa yang mengeluhkan kenaikan harga. Namun karena ini kebijakan pemerintah, masyarakat akhirnya bisa memahami. Apalagi informasi kenaikan harga baru diumumkan tadi malam sehingga masih banyak yang belum mengetahuinya,” katanya.

Dari sisi ketersediaan stok, Warsito memastikan pasokan BBM di SPBU Kurungan Nyawa tetap aman. Setiap hari SPBU menerima suplai sekitar 15.000 liter dan rata-rata masih menyisakan sekitar 9.000 liter saat operasional berakhir.

Sementara itu, seorang pengendara bernama Dani mengaku tetap memilih menggunakan Pertamax meski harganya mengalami kenaikan.

“Saya memang dari dulu pakai Pertamax. Alasannya karena lebih awet untuk kendaraan. Kalau Pertalite terasa lebih boros, sedangkan Pertamax lebih irit dalam pemakaian,” ujar Dani.

Pelajar tersebut mengaku baru mengetahui adanya kenaikan harga saat mengisi BBM di SPBU. Kendati demikian, ia tidak berencana beralih ke jenis BBM lain dan memilih menyesuaikan pola penggunaan kendaraan agar lebih hemat.

“Baru tahu kalau harganya naik. Mungkin ke depan saya akan lebih irit lagi dalam pemakaiannya,” katanya.

Secara nasional, PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dengan mempertimbangkan tren harga minyak mentah dunia serta nilai tukar rupiah, sesuai formula yang telah ditetapkan pemerintah.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....