Khotib Tekankan Penguatan Iman di Momentum Tahun Baru Islam

  • 19 Jun 2026 14:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Khotib KH. Prof. Abdul Kadir Riyadi, Ph.D. mengajak umat Islam menjadikan bulan Muharram sebagai momentum memperkuat ibadah, memperbaiki diri, serta mempertahankan berbagai kebaikan yang telah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dalam siaran langsung Khotbah dan Shalat Jumat di Masjid Al Muhajirin Pemkot Surabaya, Jumat 19 Juni 2026.

Dalam khutbahnya, ia menjelaskan bahwa penetapan kalender Hijriah pada masa Khalifah Umar bin Khattab dilatarbelakangi kebutuhan umat Islam akan sistem penanggalan yang dapat digunakan untuk mengatur administrasi dan berbagai kegiatan sosial keagamaan. Para sahabat kemudian bermusyawarah untuk menentukan peristiwa yang layak dijadikan awal tahun Islam.

Menurutnya, peristiwa hijrah dipilih sebagai tonggak kalender Islam karena memiliki makna yang sangat mendalam bagi perjalanan umat. Hijrah dinilai bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan simbol perjuangan, pengorbanan, dan komitmen dalam menegakkan ajaran Islam.

“Hijriah merupakan simbol perjuangan dan pengorbanan umat Islam. Menjadi muslim itu membutuhkan perjuangan dan pengorbanan, tidak cukup hanya melaksanakan perintah Allah tanpa kesungguhan dalam membela kebenaran,” ujar KH. Abdul Kadir Riyadi.

Ia kemudian mengisahkan perjuangan para sahabat Nabi yang rela meninggalkan harta benda, keluarga, dan kampung halaman demi mempertahankan keimanan. Salah satu contoh yang disampaikan adalah kisah sahabat yang harus melepaskan seluruh hartanya agar dapat berhijrah dan bergabung bersama Rasulullah SAW.

Khotib menegaskan bahwa dakwah Islam pada masa awal penuh dengan tantangan dan tekanan. Meski demikian, para sahabat tetap berkorban demi masa depan umat serta tegaknya nilai-nilai kebenaran yang diajarkan Rasulullah SAW.

Selain perjuangan, khutbah juga menyoroti kuatnya persaudaraan antara kaum Muhajirin dan Anshar. Ia menjelaskan bahwa keduanya mampu membangun hubungan yang dilandasi cinta kasih, saling membantu, dan mendahulukan kepentingan saudaranya sesama muslim.

“Perbedaan asal-usul tidak menghalangi persatuan karena mereka dipersatukan oleh iman dan akidah yang sama. Kanjeng Nabi Muhammad SAW memperkuat solidaritas umat agar tetap menjaga keutuhan dan kesatuan,” tegasnya.

Menutup khutbah, KH. Abdul Kadir Riyadi mengajak jamaah menjadikan Tahun Baru Islam sebagai sarana evaluasi diri sekaligus memperkuat kepedulian terhadap sesama. Umat Islam juga diingatkan untuk terus menjaga persatuan, memperkokoh solidaritas, dan mendukung perjuangan kaum muslimin yang menghadapi berbagai kesulitan di berbagai belahan dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....