Sejumlah Warga Nokilaki Sigi Sulteng Alami Luka Berat Dampak Gempa M 6.7

  • 16 Jun 2026 18:48 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Gempa berkekuatan 6.7 skala richter mengguncang Kota Palu pada Selasa, 16 Juni 2026. Basarnas Palu mencatat, gempa bumi turut dirasakan di Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Poso dan Kabupaten Tojo Unauna.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muhammad Rizal, dalam keterangannya menerangkan hingga saat ini belum terdapat laporan korban jiwa. Namun, terdapat korban luka berat dan ringan di Kabupaten Sigi akibat gempa tersebut.

"Untuk di Desa Kamarora, Kecamatan Nokilaki, dua warga diketahui mengalami luka berat patah tulang dan benturan di kepala. Sementar itu enam orang lainnya, tiga orang di Kecamatan Nokilaki, dua orang di Kecamatan Palolo, dan satu orang di Kecamatan Sigi mengalami luka ringan," tutur Muhammad Rizal.

Lebih lanjut, Basarnas Palu juga telah melakukan asesmen di beberapa lokasi terdampak di Kota Palu, baik di rumah warga maupun fasilitas umum. Untuk Auditorium Universitas Tadulako, Basarnas Palu memastikan tidak ada korban jiwa akibat bangunan yang roboh saat gempa.

"Jumlah masyarakat yang berada di gedung ini yang cukup banyak. Alhamdulillah tidak terdapat korban jiwa. Semua korban berhasil dievakuasi keluar dalam keadaan selamat," ucapnya.

Selain itu, hasil dari pemantauan Basarnas Palu mengungkapkan kondisi di Rumah Sakit Undata dan Bandara Mutiara Sis Al Jufri berangsur normal. Meski demikian, diakui beberapa titik di bandara mengalami keretakan kecil.

"Bandara Sis Al Jufri saat ini terpantau dalam situasi yang aman walaupun terjadi retakan kecil di beberapa daerah dan pintu Gate III terjatuh, namun dari laporan Kepala Bandara situasi relatif aman," tuturnya.

Muhammad Rizal memastikan koordinasi bersama instansi terkait akan terus diintensifkan guna mengetahui lebih lanjut dampak yang ditimbulkan dari gempa ini. Pemantauan juga akan dilakukan secara berkala demi memastikan keadaan masyarakat pasca gempa.

Guna mengantisipasi terjadinya gempa susulan, Basarnas Palu telah mendirikan tenda darurat di Rumah Sakit Undata. Personel dan peralatan SAR juga dalam kondisi siaga untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi kedaruratan.

Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan memantau informasi resmi dari lembaga terkait seperti BMKG, BPBD, dan Basarnas Palu. Apabila membutuhkan bantuan, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi Basarnas Palu.

"Kami tetap mengimbau masyarakat untuk memerhatikan semua informasi yang beredar dan menerima informasi resmi,"ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....