Pemkot Pekanbaru Perkuat Edukasi HIV/AIDS, Tekankan Peran Generasi Muda

  • 15 Jun 2026 10:28 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Wakil Wali Kota Markarius Anwar menegaskan pentingnya penguatan peran generasi muda dalam menjaga perilaku hidup sehat serta menghindari aktivitas berisiko yang dapat berdampak pada peningkatan kasus HIV/AIDS di daerah tersebut.

Dalam pernyataannya, Markarius menyoroti bahwa kelompok remaja dan pemuda merupakan aset strategis pembangunan kota. Karena itu, pemerintah daerah terus mengarahkan program edukasi dan pembinaan agar generasi muda memiliki kesadaran yang kuat dalam menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial.

Ia menekankan bahwa upaya pencegahan tidak hanya bersifat imbauan moral, tetapi juga bagian dari strategi kesehatan masyarakat yang lebih luas. Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru memperkuat pendekatan kolaboratif lintas sektor untuk menekan potensi penyebaran HIV/AIDS.

“Generasi muda harus menjadi kelompok yang sehat, cerdas, dan berkarakter, serta mampu menghindari perilaku yang berisiko terhadap masa depan mereka,” ujar Markarius pada Minggu 14 Juni 2026.

Pendekatan yang dijalankan tidak hanya melibatkan sektor kesehatan, tetapi juga memperluas partisipasi tokoh agama, tokoh adat, lembaga pendidikan, hingga komunitas pemuda. Model kolaboratif ini dipandang penting untuk memperkuat jangkauan edukasi hingga ke level komunitas paling dasar.

Sementara itu, Bendahara Umum KPA Kota Pekanbaru, Farid Rahman Dinata, menekankan bahwa generasi muda memiliki posisi sentral dalam pembangunan jangka panjang daerah. Ia menyebut bahwa kualitas generasi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kesadaran terhadap kesehatan diri dan lingkungan sosial.

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam penanggulangan HIV/AIDS adalah masih kuatnya stigma dan disinformasi di masyarakat. Kondisi ini dapat menghambat upaya pencegahan maupun penanganan kasus secara efektif, sehingga edukasi berbasis ilmu pengetahuan menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

Farid juga mendorong agar pendekatan edukasi kesehatan dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam bentuk sosialisasi sesaat, tetapi melalui integrasi program di lingkungan pendidikan, komunitas, dan ruang publik.

Ia menegaskan bahwa pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS harus dibangun berbasis data dan informasi ilmiah, bukan rumor atau persepsi sosial yang keliru. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat lebih terbuka sekaligus lebih bertanggung jawab dalam mendukung upaya pencegahan penyakit tersebut di Kota Pekanbaru.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....