Ratusan Pelajar Pekanbaru Diedukasi Bahaya HIV/AIDS
- 13 Jun 2026 03:03 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru menggelar kegiatan edukasi dan sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS bertema "Sinergi Pendidikan Kesehatan; Mewujudkan Generasi Muda Riau yang Cerdas, Sehat dan Bebas Stigma HIV/AIDS" di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Jumat 12 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti ratusan pelajar SMA dari berbagai sekolah di Kota Pekanbaru.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pekanbaru. Dalam sambutannya, Markarius menjelaskan bahwa peserta yang diundang merupakan siswa-siswi yang aktif dalam organisasi sekolah dan diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
"Kami sengaja mengundang adik-adik yang aktif di organisasi sekolah karena mereka memiliki pengaruh di lingkungan sekolahnya. Mereka adalah calon pemimpin dan menjadi panutan bagi teman-temannya. Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali mereka dengan pemahaman tentang ketahanan diri dalam menghadapi berbagai risiko penyakit menular, termasuk HIV/AIDS," ujar Markarius.
Menurutnya, sosialisasi ini tidak hanya membahas tentang HIV/AIDS, tetapi juga mengingatkan generasi muda agar menjauhi perilaku berisiko yang dapat berdampak buruk bagi masa depan. Ia menekankan pentingnya menjaga pergaulan, menghindari seks bebas, penyalahgunaan lingkungan berisiko, serta berbagai perilaku yang dapat meningkatkan potensi penularan penyakit.
"Kami ingin menggugah kesadaran generasi muda agar memikirkan masa depan mereka dan harapan orang tua. Sebentar lagi mereka akan memasuki dunia perkuliahan dan hidup lebih mandiri. Karena itu, mereka harus memahami sejak dini berbagai risiko yang mungkin dihadapi dan bagaimana cara menghindarinya," katanya.
Untuk memperkuat pemahaman peserta, panitia juga menghadirkan dokter spesialis kulit dan kelamin dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski). Para peserta diberikan penjelasan mengenai HIV/AIDS, cara penularan, langkah pencegahan, hingga sesi dialog interaktif untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dari kalangan pelajar.
Salah seorang peserta dari SMA Negeri 2 Pekanbaru, Fatimah Putri Yulianto, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan para narasumber memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai HIV/AIDS sekaligus mengajarkan pentingnya tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV.
"Menurut saya kegiatan ini sangat bagus karena kami diberikan pemahaman tentang apa itu HIV, apa itu AIDS, dan bagaimana cara penularannya. Tadi juga dijelaskan bahwa yang harus kita lawan adalah virusnya, bukan orangnya. Jadi orang yang terkena HIV/AIDS tidak perlu takut untuk memeriksakan diri atau terbuka mengenai kondisinya," ujar Fatimah.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar semakin banyak generasi muda yang memahami HIV/AIDS secara benar. "Saya berharap masyarakat, khususnya anak muda di Pekanbaru, menjadi lebih peduli dan memahami HIV/AIDS serta tidak mudah menghakimi seseorang hanya karena kondisi yang dimilikinya. Dengan pemahaman yang baik, stigma terhadap penyintas HIV/AIDS juga bisa berkurang," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....