Perkuat Edukasi Budaya, LAM Riau dan RRI Pekanbaru Resmi Jalin Kerja Sama
- 05 Jun 2026 22:01 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) resmi menjalin kerja sama sinergis dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Pekanbaru. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Balai Adat Melayu Riau pada Jumat 5 Juni 2026, yang bertujuan untuk memperluas jangkauan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai kebudayaan Melayu Riau kepada masyarakat luas.
Langkah strategis ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Riau. Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Helmi, menyatakan kerja sama ini merupakan momentum positif dalam menjaga eksistensi budaya lokal di tengah arus modernisasi.
"MoU ini salah satu bentuk yang sangat positif. Dengan adanya kerja sama ini, RRI dapat menjadi media efektif untuk sosialisasi, penguatan, pengayaan, hingga internalisasi kultur Melayu," ujar Helmi.
Helmi juga menekankan pentingnya menyasar generasi muda sebagai target utama dari edukasi budaya ini. Ia berharap melalui siaran RRI, nilai-nilai luhur budaya Melayu dapat lebih mudah dipahami oleh anak muda dan peserta didik.
"Sehingga masyarakat yang seumur, terutama diharapkan pada generasi mudanya, peserta didiknya dapat mengenal Melayu lebih dekat," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, pemanfaatan media penyiaran seperti RRI yang kini juga berbasis digital akan membuka pintu bagi budaya Melayu Riau untuk dikenal di panggung global.
"Mendapat dipantau orang lebih terbuka, lebih terbuka di dunia ini juga. Siapa-siapa pun bisa ikut menikmati atau mendengar sekarang ini," kata Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.
Melalui kerja sama ini, berbagai program yang berkaitan dengan adat istiadat, sastra, musik, hingga nilai-nilai kearifan lokal Melayu akan dikemas dalam program-program siaran yang menarik. Hal ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pelestarian bagi masyarakat Riau saja, tetapi juga menjadi jendela informasi kebudayaan bagi masyarakat luar provinsi bahkan luar negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....