Edukasi tanpa Diskriminasi, Dinkes Jayapura Bekali Jurnalis Sensitivitas Isu HIV
- 13 Jun 2026 01:25 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jayapura menggandeng jurnalis dalam sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS dan Tuberculosis (TB) sebagai upaya memperkuat penyebaran informasi kesehatan yang akurat sekaligus mengurangi stigma di masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg Juliana Napitupulu mengatakan kolaborasi dengan media menjadi langkah penting karena penyebaran kedua penyakit tersebut masih menjadi tantangan serius di Kota Jayapura.
“Pentingnya kolaborasi bersama media, terlebih situasi penyebaran kedua penyakit ini masih menjadi tantangan serius di Kota Jayapura,” kata Juliana saat membuka kegiatan di Hotel Grand Abe Abepura, Jumat 12 Juni 2026.
Data Dinkes menunjukkan Kota Jayapura masih menempati urutan tertinggi kasus HIV AIDS di Provinsi Papua. Hingga triwulan pertama tahun 2026, jumlah kumulatif kasus mencapai 11.235 kasus, meningkat dibandingkan 10.946 kasus pada akhir 2025.
Sementara itu, kasus Tuberculosis sepanjang 2025 tercatat sebanyak 3.007 kasus. Pada periode Januari hingga Mei 2026, ditemukan 932 kasus baru sehingga tren penularan masih menjadi perhatian.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Jayapura, Ns. Yusnita Pabeno, S.Kep., M.Kep menjelaskan HIV AIDS dan infeksi Tuberculosis dapat saling memperburuk kondisi sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan risiko kesakitan hingga kematian.
Menurutnya, selain penanganan medis, tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah stigma terhadap Orang dengan HIV (ODHIV) maupun penderita TB.
"Salah satu langkah strategis untuk memutus rantai penularan dan hambatan sosial ini adalah menyebarluaskan informasi yang benar secara terus-menerus. Media massa adalah wadah paling efektif karena jangkauannya yang luas ke seluruh lapisan masyarakat," katanya.
Melalui sosialisasi tersebut, Dinkes berharap jurnalis memperoleh pemahaman dasar yang akurat mengenai HIV AIDS dan TB sehingga pemberitaan yang dihasilkan lebih inklusif, edukatif, dan mendukung upaya kesehatan masyarakat.
“Dengan berita yang mengedukasi, diharapkan dapat mengajak masyarakat agar tidak takut melakukan tes kesehatan secara sukarela dan mencari pengobatan medis sejak dini,” ujarnya.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pemaparan materi dan diskusi interaktif itu turut menghadirkan narasumber dari Dinkes Kota Jayapura, dr. Helena Picarima yang membawakan materi dasar HIV dan AIDS serta dr. Victor M., Sp.P terkait penanganan Tuberculosis.
Sosialisasi juga melibatkan komunitas dan kelompok rentan seperti Komunitas Rojali, Pelangi, IWAJA, LSM, mahasiswa, serta perwakilan jurnalis.
Salah satu peserta dari kelompok rentan berharap jurnalis dapat menghadirkan pemberitaan yang lebih sensitif terhadap kelompok rentan sehingga edukasi kepada masyarakat menjadi lebih efektif.
“Mimpi kami itu, jurnalis di Kota Jayapura bisa menjadi percontohan untuk jurnalis ramah kelompok rentan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....