GAPKI Kalbar Kawal Stabilitas Harga TBS di Tingkat Petani
- 10 Jun 2026 22:00 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Di tengah tren kenaikan harga sawit, perusahaan diminta tetap mematuhi harga TBS resmi demi stabilitas pasar. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Kalimantan Barat mengimbau seluruh perusahaan kelapa sawit anggotanya untuk tetap berpedoman pada harga Tandan Buah Segar (TBS) yang ditetapkan Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Kalimantan Barat.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul hasil Pertemuan Koordinasi Perkembangan Harga TBS Kelapa Sawit dan Upaya Stabilisasi Harga TBS yang dipimpin Menteri Pertanian pada 8 Juni 2026. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan pasar sekaligus melindungi kepentingan petani sawit di daerah.
Ketua GAPKI Kalimantan Barat, Aris Supratman, mengatakan kondisi harga TBS secara nasional saat ini menunjukkan tren yang cukup positif. Harga TBS di tingkat petani, khususnya yang telah bermitra dengan pabrik kelapa sawit (PKS), berada pada kisaran Rp2.800 hingga Rp3.200 per kilogram.
"Perkembangan harga TBS saat ini menunjukkan kondisi yang semakin membaik. Namun demikian, seluruh perusahaan dan pelaku usaha perlu tetap menjaga stabilitas harga di tingkat petani dengan mengacu pada mekanisme penetapan harga yang telah diatur pemerintah," ujar Aris di Pontianak, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurutnya, mekanisme penetapan harga TBS telah memiliki dasar hukum yang jelas melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 serta regulasi daerah yang berlaku. Karena itu, perusahaan sawit di Kalimantan Barat diharapkan tidak menetapkan harga di luar hasil kesepakatan yang telah ditentukan dalam forum penetapan harga TBS.
"GAPKI Kalbar mengimbau seluruh perusahaan anggota untuk tetap mematuhi hasil penetapan harga TBS yang ditetapkan oleh Tim Penetapan Harga TBS Kalimantan Barat sesuai Permentan Nomor 13 Tahun 2024 dan Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 86 Tahun 2022. Langkah ini penting untuk menjaga kepastian usaha, melindungi kepentingan petani, dan menciptakan iklim industri sawit yang sehat dan berkelanjutan," tegasnya.
Aris menilai sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas harga TBS di tengah dinamika pasar global yang masih berfluktuasi. Kepatuhan terhadap regulasi dinilai dapat menciptakan kepastian usaha sekaligus menjaga kepercayaan seluruh pelaku industri sawit.
Selain itu, GAPKI Kalbar juga mengajak seluruh perusahaan dan pelaku usaha untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas sektor perkebunan kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kalimantan Barat.
Dengan harga yang relatif membaik dan kepatuhan terhadap mekanisme penetapan harga resmi, GAPKI optimistis industri sawit Kalimantan Barat dapat terus tumbuh secara sehat, berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang adil bagi petani maupun perusahaan.
Baca juga: GAPKI Minta Pengawasan Tata Niaga Sawit Diperketat
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....