Untad Hari Ini Mulai Menggelar UTBK SMMPTN 2026

  • 10 Jun 2026 12:05 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Menjadi tahapan akhir dalam proses penerimaan mahasiswa baru, Rektor Untad pastikan proses seleksi tetap dilakukan secara ketat. Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., Rabu, 10 Juni 2026, mengatakan penerimaan mahasiswa baru terbuka untuk semua kalangan, dengan harapan mampu menjaring peserta didik yang berkualitas.

Ditambahkan proses seleksi dengan berdasarkan passing grade tetap diberlakukan dalam tahapan SMMPTN dengan harapan calon mahasiswa yang dinyatakan lulus benar-benar mampu menjalani masa kuliah dan tidak di drop out. Diakui untuk soal ujian saat ini dipastikan jauh lebih mudah bila dibandingkan dengan soal SNBT.

“Jadi tidak juga dirasa soalnya terlalu sulit, tidak juga terlalu mudah, tetapi bagi tataran teman-teman anak SMA kita itu dianggap memang hampir samalah,” jelasnya.

Pelaksanaan UTBK-SMMPTN Untad berlangsung mulai tanggal 10 hingga 18 Juni 2026, dipusatkan di Media Center Untad. Dimana sekitar 4.927 peserta mengikuti ujian di Untad dan dibagi menjadi 17 sesi ujian. Sementara itu sebanyak 152 peserta dari Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) dijadwalkan mengikuti ujian pada tanggal 2 Juli 2026 dalam 1 sesi tambahan.

Tahun ini Untad juga membuka jalur afirmasi dalam seleksi SMMPTN 2026 dimana jalur ini diperuntukkan bagi peserta dengan latar belakang prasejahtera, keluarga tenaga dosen dan kependidikan Untad, putra-putri guru, serta mitra kerja sama institusi. Meski membuka jalur afirmasi, Rektor tetap pastikan seluruh calon mahasiswa memenuhi passing grade yang ditentukan sesuai dengan program studi yang dipilih.

“Jadi afirmasi ini kita tetap samakan tahun depan, tahun lalu. Itu kita ambil 50%. Jadi kita tidak lagi membatasi afirmasi ini sekian tapi dari semua bentuk afirmasi tadi 10 itu, itu total 50% dari yang kita akan terima. Jadi kalau kita terima tadi 2.413 setengahnya itu, itu kita harapkan dari afirmasi. Tentu tidak lepas tetap melihat dulu hasil dari ambang batas,” ujarnya.

Sementara terkait dengan penerapan biaya Iuran Pengembangan Institusi, Rektor menjelaskan Untad masih hanya memberlakukan bagi Program Studi Kedokteran sementara untuk 64 Program Studi lainnya hanya dikenakan biaya Uang kuliah Tunggal. Ditambahkan kebijakan ini diberlakukan ditengah masih adanya efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi masyarakat yang cukup sulit, sehingga dirinya berharapan melalui kebijakan ini masyarakat dapat tetap menguliahkan anaknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....