Disdik Kediri Perkuat Peran Rekrutmen dan Pengembangan Sekolah Rakyat
- 08 Jun 2026 14:55 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Kediri - Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri memperkuat perannya dalam mendukung operasional Sekolah Rakyat (SR), khususnya dalam proses rekrutmen peserta didik hingga penyediaan tenaga pendidik dan kependidikan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, Senin, 8 Juni 2026 menjelaskan, pihaknya bersinergi dengan Dinas Sosial dalam menjaring calon siswa Sekolah Rakyat.
Proses rekrutmen dilakukan dengan mengedepankan data terpadu kesejahteraan sosial, sehingga sasaran program tepat menyentuh masyarakat yang membutuhkan akses pendidikan. Selain itu, Dinas Pendidikan juga menyiapkan tenaga Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) yang ditugaskan secara khusus di Sekolah Rakyat hingga tahun 2029.
“Untuk kurikulum yang digunakan dari Kementran Pendidikan yang sudah diadopsi oleh Sekolah Rakyat. Terkait pengawasan tidak ada, kalau sharing iya, jadi SR mengundang teman-teman pengawas, Guru PAI, Kepala Sekolah atau BK untuk memberikan materi pelatihan, itu kita siapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri merekrut siswa sebanyak tiga kelas mulai jenjang SD, SMP dan SMA, dengan jumlah perkelas 30 anak. Sehingga perekrutan siswa SR tahun ini sebanyak 270 siswa, dengan rincian jenjang SD sebanyak 90 siswa, jenjang SMP sebanyak 90 siswa dan SMA sebanyak 90 siswa.
Semenara Jatmiko, masyarakat Kebupaten Kediri berharap dalam rekrutmen siswa Sekolah Rakyat pemerintah turun langsung ke lapangan agar tepat sasaran. Sehingga siswa yang masuk kategori miskin ekstrem dapat menikmati sekolah gratis fasilitas dari pemerintah tersebut.
“Kalau bisa sosialisasi ke masyarakat bagaimana cara mendaftarnya, terus apa syarat-syaratnya, dan dari pemerintah juga harus turun tangan ke lapangan untuk melihat langsung. Sebaiknya kerjasama dengan RT/RW, atau desa karena mereka yang punya datanya, juga untuk mencegah titipan-titipan anak-anak yang memang tidak selayaknya masuk SR, jadi tepat sasaran dan kuotanya kan terbatas,” ucapnya.
Mokhamat Muhsin mengungkapkan keberadaan Sekolah Rakyat sangat membantu penurunan potensi Anak Tidak Sekolah (ATS) disamping keberadaan SMA Dharma Wanita 1 Pare, Boarding School milik Pemerintah Kabupaten Kediri yang tahun ini merekrut sebanyak 100 siswa tidak mampu.
Hal tersebut merupakan bagian penting dalam upaya bersama untuk memastikan anak yang sudah lulus dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Dinas Pendidikan juga akan menyampaikan data anak yang berpotensi putus sekolah atau anak yang lulus tidak melanjutkan sekolah kepada pihak Dinas Sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....