Operasional Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri Ditopang Bantuan Guru sementara

  • 14 Jul 2026 21:31 WIB
  •  Kediri

RRI.CO.ID, Kediri - Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri pada awal tahun ajaran 2026/2027 masih ditopang tenaga pendidik bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kediri. Sebanyak 20 guru dari Dinas Pendidikan diterjunkan untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan, sembari menunggu penetapan guru definitif hasil rekrutmen Kementerian Sosial.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Kediri, Fadeli, menjelaskan kebutuhan tenaga pendidik saat ini masih dipenuhi melalui dukungan sementara dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

"Untuk guru tambahan, sementara kita dapat support dari Dinas Pendidikan. Guru mapel ada 13 di jenjang SMP, kemudian ada enam di jenjang SD, dan satu guru PJOK," ujar Fadeli usai pembukaan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa siang, 14 Juli 2026.

Fadeli menambahkan, dukungan tenaga pendidik dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri hanya bersifat sementara hingga pemerintah pusat menyelesaikan proses pengadaan guru tetap untuk Sekolah Rakyat.

"Karena saat ini dari Kemensos masih melakukan rekrutmen," kata Fadeli. Menurutnya, skema tersebut diterapkan agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung tanpa harus menunggu seluruh proses seleksi guru selesai.

Hal ini turut dibenarkan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono. Ia mengatakan proses rekrutmen guru Sekolah Rakyat oleh pemerintah pusat hingga pertengahan Juli masih berlangsung dan hasil seleksinya diperkirakan baru diumumkan pada akhir September 2026. Selama masa transisi tersebut, pemerintah daerah diminta membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. "Karena itu, untuk sementara pemerintah daerah diminta membantu pemenuhan tenaga pendidik," kata Subur.

Menurut Subur, komposisi tenaga pendidik juga disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni guru kelas untuk SD dan guru mata pelajaran untuk SMP. "Dari pihak Sekolah Rakyat mengirimkan surat berapa kebutuhan gurunya. Setelah itu kami koordinasikan dengan Dinas Pendidikan untuk pemenuhannya. Yang menentukan kebutuhan tetap dari Sekolah Rakyat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin, menyebut penugasan tenaga pendidik di sekolah rakyat ini disiapkan hingga satu semester agar operasional sekolah tetap berjalan tanpa menunggu selesainya proses rekrutmen guru oleh pemerintah pusat.

"Pemkab melakukan back up 20 guru, terdiri dari enam guru kelas dan 14 guru mata pelajaran sampai dengan penugasan guru Sekolah Rakyat hasil seleksi tahun ini," kata Muhsin.

Muhsin menambahkan, guru kelas akan bertugas penuh di Sekolah Rakyat, sedangkan guru mata pelajaran tetap mengajar di sekolah induknya dan menyesuaikan jadwal di Sekolah Rakyat. Para guru dipilih dari sekolah-sekolah yang berada di sekitar Kecamatan Plosoklaten agar mobilitas lebih efektif. Ia juga memastikan penugasan tambahan tersebut tidak akan mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah induk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....