Tergerus Zaman, Angkot 'Lyn' Surabaya Berjuang Bertahan Hidup diera Modern
- 07 Jun 2026 19:40 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Deru mesin tua dan bodi kendaraan yang mulai memudar menjadi saksi bisu perjuangan Angkutan Kota (Angkot) atau yang lebih akrab disapa warga lokal sebagai "Lyn" dalam menjaga eksistensinya di jalanan Kota Surabaya.
Di tengah masifnya gempuran transportasi online serta hadirnya armada transportasi publik modern milik pemerintah seperti Suroboyo Bus dan Trans Semanggi Suroboyo, eksistensi Lyn kini kian terpinggirkan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi sebagian besar armada Lyn di Surabaya saat ini cukup memprihatinkan. Banyak kendaraan yang mengalami korosi (karatan), cat mengelupas, serta fasilitas interior yang alakadarnya. Kerusakan bodi di beberapa sisi menunjukkan minimnya peremajaan akibat pendapatan sopir yang merosot tajam.
Rute-rute klasik seperti jalur J.BOYO - DTC - TP - THR - KP.KRAMPUNG - TB.REJO yang dulunya menjadi primadona dan selalu penuh sesak oleh anak sekolah dan pekerja, kini tampak lengang. Tak jarang, sopir harus "ngetem" berjam-jam hanya untuk mendapatkan satu atau dua orang penumpang.
Faktor utama meredupnya pamor Lyn adalah pergeseran preferensi masyarakat yang menginginkan kenyamanan, kecepatan, dan kepastian tarif.
"Sekarang masyarakat lebih memilih yang ber-AC atau langsung jemput di depan rumah lewat aplikasi ponsel. Kalau naik Lyn, selain cuaca Surabaya panas, waktu tunggunya juga tidak pasti karena sopir harus menunggu mobil penuh dulu," ujar salah satu warga Surabaya, Rizky (28).
Meskipun tarif Lyn terbilang sangat murah, faktor kenyamanan dan efisiensi waktu membuat angkutan legendaris ini kian ditinggalkan oleh generasi muda.
Masa depan angkot di Surabaya kini berada di ujung tanduk. Tanpa adanya intervensi dan langkah konkret dari Pemerintah Kota Surabaya, lambat laun Lyn akan benar-benar hilang dari aspal Kota Pahlawan.
Beberapa langkah integrasi yang diharapkan dapat menyelamatkan nasib para sopir Lyn antara lain:
Feeder (Angkutan Pengumpan): Menjadikan Lyn sebagai angkutan pengumpan yang masuk ke dalam gang-gang pemukiman untuk mengantar penumpang menuju halte utama bus modern. Subsidi dan Peremajaan Armada:
Bantuan perbaikan armada agar layak jalan dan nyaman bagi penumpang. Digitalisasi Sistem Pembayaran: Mengintegrasikan tarif dan sistem pembayaran nontunai (cashless) yang terhubung dengan transportasi publik lainnya di Surabaya.
Lyn bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari sejarah dan identitas perkembangan urban di Surabaya. Menyelamatkan eksistensinya berarti juga menjaga hajat hidup para pengemudi tua yang menggantungkan nasibnya di balik kemudi angkutan kota.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....