Buah Tangan Khas Tanah Suci untuk Keluarga di Tanah Air
- 08 Jun 2026 07:53 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong Selatan – Di tengah hiruk pikuk persiapan kepulangan jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Jeddah. Ada pemandangan yang tak biasa di area penimbangan koper. Bukan soal barang mahal atau berharga, tapi tentang keputusan kecil yang terasa berat, mana yang harus di ditinggalkan, dan mana yang harus dibawah pulang ke tanah air.
Dikutip dari laman Jana Madinah Wisata satu per satu jemaah mulai membuka koper. Ada baju, sandal, hingga barang pribadi dari Indonesia perlahan dikeluarkan. Bukan karena tak penting, tapi karena ada yang lebih wajib untuk diprioritaskan. Oleh – oleh dari tanah suci, kurma, sajadah, cokelat, hingga boneka unta untuk cucu di rumah, semuanya harus masuk, meski harus mengorbankan barang bawaan sendiri.
Sesuai ketentuan maskapai, berat koper bagasi dibatasi maksimal 32 kilogram, sedangkan koper kabin tidak boleh melebihi 7 kilogram. Jika melebihi batas, jemaah harus mengurangi isi koper hingga sesuai ketentuan.
Andi Tenri Olle, jemaah asal Sulawesi Selatan mengaku sangat antusias membelikan oleh-oleh untuk anak, cucu, dan keluarga yang menunggu kepulangannya. Tenri mengaku sudah berusaha mengatur barang bawaan dengan teliti, termasuk melepas baterai dari boneka unta karena tidak diperbolehkan masuk ke dalam koper bagasi. Meski demikian, ia tetap siap jika harus mengurangi isi koper demi menjaga oleh-oleh tetap bisa dibawa pulang ke Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar menyoroti kebiasaan khas jemaah Indonesia yang gemar membawa banyak buah tangan, hingga rela mengosongkan koper dari barang yang dibawah dari Indonesia demi menghindari overweight di tas kabin. Dahnil memberikan imbauan rasional bahwa maskapai penerbangan memiliki batas toleransi yang ketat. Ia mengingatkan jemaah untuk menyortir barang sejak masih di hotel.
Di momen seperti ini, koper bukan lagi sekedar bagasi. Ia berubah jadi wadah cinta dan kerinduan. Banyak Jemaah rela meninggalkan barang pribadinya, asalkan satu hal pasti, tangan keluarga di rumah akan menerima buah tangan dari perjalanan suci ini. Sebuah pilihan yang sederhana tapi penuh makna yang sulit dijelaskan dengan kata – kata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....