BMKG Ingatkan Potensi Karhutla Kalbar Meningkat Drastis

  • 05 Jun 2026 11:14 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - BMKG Supadio Pontianak mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat seiring mulai berkurangnya curah hujan dalam sepekan ke depan. Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Supadio, Sutikno mengatakan, berdasarkan pemantauan terkini, curah hujan di hampir seluruh wilayah Kalbar mulai menurun meski potensi hujan ringan masih dapat terjadi secara lokal dengan durasi singkat.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko lahan lebih mudah terbakar, khususnya di wilayah yang memiliki kawasan gambut. “BMKG mencatat saat ini titik panas harian di Kalbar mulai meningkat hingga mencapai 40 sampai 50 titik yang tersebar di sejumlah daerah seperti Ketapang, Landak, Sanggau, hingga Sambas,” ujar Sutikno, Jum’at, 5 Juni 2026.

Sutikno menyebut, penurunan curah hujan diperkirakan akan semakin signifikan menjelang musim kemarau yang diprediksi mulai berlangsung secara bertahap setelah 10 Juli 2026. Selain ancaman karhutla, BMKG juga mengingatkan masyarakat terkait potensi penurunan kualitas udara akibat berkurangnya hujan dan meningkatnya potensi kebakaran lahan.

“Saat ini kualitas udara di Kalbar masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, masyarakat diimbau mulai mengantisipasi dampak asap, terutama saat beraktivitas di luar ruangan dengan menggunakan masker,” katanya.

BMKG juga meminta masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah sembarangan karena kondisi cuaca yang lebih kering dapat memicu kebakaran lebih cepat meluas. BMKG memastikan akan terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi titik panas di wilayah Kalimantan Barat selama sepekan ke depan.

Baca juga: BMKG, Update 4 Juni 2026: Kalbar Berawan dan Hujan Lokal

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....