Youtube Shorts Kini Bisa Dibatasi Demi Lindungi Anak
- 05 Jun 2026 11:06 WIB
- Surabaya
LRRI.CO.ID, Surabaya- Perkembangan media sosial yang semakin pesat menghadirkan berbagai kemudahan, termasuk akses hiburan dan informasi melalui video pendek. Namun di balik manfaat tersebut, muncul kekhawatiran baru terkait kebiasaan anak-anak yang semakin sering menghabiskan waktu menonton Youtube Shorts tanpa batas.
Dilansir dari Ibupedia.com, fenomena menonton video pendek secara terus-menerus berpotensi memicu perilaku doomscrolling. Kondisi ini terjadi ketika seseorang terus menggulir konten media sosial atau informasi secara berlebihan hingga menimbulkan kecemasan, stres, dan ketergantungan terhadap arus informasi terbaru.
Paparan Youtube Shorts yang berlebihan menjadi perhatian banyak orang tua di Indonesia. Video dengan durasi singkat dinilai mampu menarik perhatian anak untuk terus menonton dan menggulir konten tanpa henti. Kebiasaan tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi waktu belajar, beristirahat, maupun berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Masih dilansir dari Ibupedia.com, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecanduan video pendek dapat berdampak pada kesehatan mental dan perkembangan anak. Risiko yang dapat muncul antara lain gangguan konsentrasi, kecemasan, gangguan tidur, hingga perilaku mudah marah dan tantrum yang sulit dikendalikan.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, Youtube menghadirkan fitur baru yang memungkinkan orang tua membatasi durasi penggunaan Youtube Shorts pada akun anak. Fitur ini dapat diakses melalui pengaturan Family Link dan Time Management yang terhubung dengan akun anak yang berada dalam pengawasan orang tua.
Melalui fitur tersebut, orang tua dapat menentukan batas waktu menonton Youtube Shorts mulai dari 15 menit hingga dua jam per hari. Ketika batas waktu telah tercapai, sistem akan secara otomatis menghentikan akses ke Shorts dan menampilkan pemberitahuan bahwa waktu menonton telah habis.
Selain mengatur durasi, orang tua juga dapat memanfaatkan fitur Privacy Settings dan What They Can Watch untuk mengontrol jenis tontonan yang sesuai dengan usia anak. Langkah ini diharapkan mampu membantu menciptakan pengalaman digital yang lebih sehat, sekaligus mencegah dampak negatif akibat paparan video pendek yang berlebihan sejak usia dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....