Krisis Sifat Malu Jadi Akar Kerusakan Moral Generasi Bangsa

  • 04 Jun 2026 16:04 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Sampang - Program kajian Islam "Mutiara Pagi" kembali mengudara diawali rasa syukur atas nikmat iman dan kesehatan pascasalat subuh berjamaah. Aldi Chandra Madhani, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sampang, membuka kajian dengan membedah Surah Al-Ankabut ayat 28-29 mengenai kisah Kaum Lut yang diazab karena melakukan perbuatan keji tanpa rasa bersalah.

"Ayat ini menjadi dasar peringatan pentingnya menjaga perilaku dari perbuatan tercela di tengah tantangan zaman," jelasnya, Kamis, 4 Juni 2026.

Ia menegaskan bahwa sifat malu (Al-Haya’) adalah permata bagi orang beriman yang berbanding lurus dengan keimanan. Berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan nasihat Sayyidina Umar R.A., hilangnya rasa malu akan meruntuhkan benteng moral, mematikan hati nurani, serta membuat seseorang bertindak semaunya demi harta dan kedudukan.

"Tanpa rasa malu, manusia akan kehilangan kemampuan membedakan hal baik dan buruk hingga terjerumus dalam kehinaan," tambahnya.

Saat ini, hilangnya rasa malu diidentifikasi sebagai pemicu utama rusaknya moral generasi bangsa. Faktor penyebabnya meliputi salah pergaulan dengan non-mahram, terlalu fokus pada penampilan fisik hingga lupa bersyukur, serta gemar meniru kebiasaan orang fasik.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠"Sebaliknya, orang yang masih memiliki rasa malu dicirikan dengan selalu menimbang ucapan, berhati-hati menghindari maksiat, dan tidak membalas cacian," tutupnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....