Polda Sumsel Dorong Pemanfaatan Lahan PTPN IV untuk Tanam Jagung

  • 04 Jun 2026 16:05 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kapolda Sumsel mendorong pemanfaatan lahan tidak produktif PTPN IV untuk program penanaman jagung sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
  • Polda dan PTPN IV meningkatkan mitigasi risiko kebakaran hutan dan lahan melalui Satgas Karhutla, pemantauan lahan gambut, dan kesiapsiagaan sarana pemadaman.
  • Kepolisian menegaskan komitmen memberikan perlindungan terhadap aset negara dan operasional perusahaan untuk memastikan kelancaran program strategis nasional.

RRI.CO.ID, Palembang - Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memperkuat kerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara IV untuk mendukung sejumlah program strategis nasional, mulai dari ketahanan pangan, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga pengamanan aset negara.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Sandi Nugroho dan jajaran PTPN IV yang berlangsung di Ruang Delegasi Lantai II Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis, 4 Juni 2026.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas langkah-langkah konkret untuk mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan yang saat ini menjadi salah satu prioritas pemerintah.

Kapolda Sumsel mendorong pemanfaatan lahan yang belum produktif di lingkungan PTPN IV untuk mendukung program penanaman jagung. Menurutnya, optimalisasi lahan tersebut dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketersediaan pangan nasional.

“Program ketahanan pangan jagung ini bertujuan mendukung petani dan kelompok tani agar semakin produktif sekaligus membantu menjaga ketersediaan pangan nasional. Kami berharap seluruh potensi lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung program pemerintah,” kata Sandi.

Selain sektor pangan, audiensi juga menyoroti kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla di Sumatera Selatan. Polda Sumsel meminta perusahaan memperkuat upaya mitigasi melalui pengaktifan satuan tugas karhutla, pemantauan kawasan lahan gambut, pengecekan sarana pemadaman, hingga optimalisasi sumur bor di wilayah operasional perusahaan.

Menurut Sandi, pencegahan harus menjadi fokus utama mengingat luasnya kawasan perkebunan dan lahan gambut di Sumatera Selatan yang rentan terbakar saat musim kemarau.

“Pencegahan jauh lebih efektif daripada penanggulangan. Karena itu seluruh pihak harus memiliki kesiapan yang sama, mulai dari deteksi dini, pemantauan lapangan, hingga kesiapan sarana dan personel apabila terjadi potensi kebakaran,” ujarnya.

Langkah antisipatif tersebut dinilai penting karena dampak karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan stabilitas sosial di daerah.

Di sektor keamanan, Polda Sumsel menegaskan kesiapan mendukung kelancaran operasional perusahaan melalui pengamanan aset-aset strategis negara. Kepolisian juga akan mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat produktivitas sektor perkebunan.

Sementara itu, Nandang Mu'min Wijaya menegaskan sinergi antara Polri dan BUMN merupakan bagian dari upaya mendukung keberlanjutan pembangunan nasional.

“Kami berkomitmen mendukung penuh program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat. Polda Sumsel siap memastikan situasi keamanan tetap kondusif sehingga seluruh program strategis nasional, termasuk ketahanan pangan dan pencegahan karhutla, dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Nandang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....