Atasi Karhutla di Sumsel, Kemenhut Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca

  • 22 Jul 2026 05:39 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan dilaksanakan selama 12 hari dari 19 hingga 30 Juli 2026 oleh Kementerian Kehutanan.
  • OMC difokuskan pada wilayah yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta daerah berpotensi kebakaran untuk membantu pengendalian di lapangan melalui peningkatan hujan.
  • Program ini merupakan upaya preventif dan responsif untuk menangani kebakaran hutan dan lahan dengan memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca.

RRI.CO.ID, Palembang- Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan (Sumsel) telah dilakukan sejak 19 hingga 30 Juli 2026. OMC ini dilaksanakan Kementerian Kehutanan sebagai upaya meningkatkan potensi hujan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“OMC dilakukan selama 12 hari, yang telah mulai dilaksanakan ejak 19 hingga 30 Juli mendatang. OMC difokuskan pada wilayah yang masih terjadi karhutla maupun daerah yang berpotensi mengalami kebakaran, agar hujan dapat membantu proses pengendalian di lapangan,” ungkap Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kemenhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto Selasa 21 Juli 2026.

Menurutnya OMC yang dilakukan pada akhir Juli ini merupakan dukungan anggaran dari Kementerian Kehutanan. “OMC diharapkan dapat terjadi di lokasi-lokasi terjadi karhutla, sehingga membantu menekan perkembangan titik api dan mempercepat penanganan di lapangan," katanya.

Hujan yang dihasilkan melalui OMC, lanjutnya, diharapkan tidak hanya membantu proses pemadaman, tetapi juga meningkatkan ketersediaan air di embung dan kanal yang selama ini dimanfaatkan sebagai sumber air bagi tim pemadam. "Air hujan diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemadaman, mengisi embung dan kanal, serta membasahi lahan yang semakin mengering," ujar Ferdian.

Karena itu, Pelaksanaan OMC didukung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam menentukan potensi turunnya hujan. “BMKG berperan dalam menganalisis kondisi cuaca dan atmosfer, menyusun prakiraan cuaca, serta menentukan potensi pertumbuhan awan yang layak untuk dilakukan penyemaian,” jelas Ferdian

Sedangkan Koordinator Lintas Udara, Ferdian menyebut didukung Tim Lanud Sri Mulyono Herlamban. “Pihak Lanud memberikan dukungan dalam koordinasi lalu lintas udara, aspek teknis penerbangan, dan keselamatan selama operasi berlangsung,” sebut Ferdian.

Pada hari pertama pelaksanaan OMC, tim melakukan satu kali sorti penyemaian awan dengan menebarkan 800 kilogram Natrium Klorida (NaCl) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). “Semoga OMC optimal, sehingga memberikan dampak signifikan terhadap pengendalian karhutla di Sumatera Selatan (Sumsel), terutama di daerah yang menjadi prioritas penanganan,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....