Pengelolaan Sampah Jadi Solusi Hadapi Krisis Iklim dari Rumah Tangga
- 04 Jun 2026 14:27 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Banyumas: Ancaman perubahan iklim dan peningkatan volume sampah rumah tangga menjadi tantangan nyata yang kini dihadapi masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat didorong untuk mulai mengambil peran melalui langkah sederhana dari lingkungan rumah masing-masing.
Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, R. Stephanus Sigit , S.P., S.Hut., mengatakan persoalan sampah dan dampak perubahan iklim tidak lagi menjadi isu global semata, tetapi sudah dirasakan langsung oleh masyarakat Banyumas.
"Tantangan utama kita saat ini adalah pengelolaan sampah yang timbulannya terus naik sementara kapasitas TPA BLE terbatas. Selain itu, dampak perubahan iklim seperti banjir, kekeringan, dan gagal panen juga sudah mulai dirasakan warga," katanya.
Menurutnya, Banyumas sebenarnya telah menunjukkan berbagai upaya perbaikan lingkungan melalui program konservasi, penghijauan, hingga pengelolaan sampah berbasis komunitas. Namun, langkah tersebut masih perlu diperluas dan dilakukan secara konsisten oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sigit menjelaskan, tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 "Saatnya Bekerja untuk Iklim" mengandung pesan bahwa aksi iklim harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.
"'Saatnya Bekerja' berarti aksi nyata. Mulai dari pilah sampah dari dapur, mengurangi pembakaran sampah, hingga menanam pohon di pekarangan. Itulah bentuk kerja nyata kita untuk iklim," ujarnya.
Ia menambahkan, perubahan besar dalam menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten di rumah tangga.
"Saatnya Bekerja untuk Iklim, mulai dari rumah kita. Jadikan 5 Juni bukan hanya perayaan, tetapi titik balik aksi nyata untuk lingkungan yang lebih baik," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....