Kecamatan Makassar Bersama Tim Gabungan Bersihkan Sampah di Kanal Bara-Baraya

  • 04 Jun 2026 10:07 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pemerintah Kecamatan Makassar bergerak cepat merespons aduan warga yang viral di media sosial terkait tumpukan sampah di kanal Jalan Inspeksi Kanal, Kelurahan Bara-Baraya Timur, Kecamatan Makassar. Camat Makassar, Tri Sugiarto, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan satuan tugas kecamatan untuk melakukan penanganan setelah mengetahui kondisi tersebut ramai diperbincangkan masyarakat.

"Langkah awal yang saya lakukan setelah viralnya berita di media sosial, saya langsung mengarahkan satgas kecamatan untuk turun melakukan penanganan," kata Tri Sugiarto, Rabu, 3 Juni 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, Pemerintah Kecamatan Makassar berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar serta satuan tugas drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah yang menumpuk di kanal perbatasan Kecamatan Makassar dan Kecamatan Panakkukang.

Menurut Tri, kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi langkah cepat dalam mengatasi penumpukan sampah yang volumenya terus meningkat. "Setelah kami turun, ada tindakan awal yang kami lakukan. Kami langsung dibantu oleh BPBD dan beberapa satgas drainase dari Dinas PU. Alhamdulillah kita bisa berkolaborasi dalam penanganan ini," ujarnya.

Ia menjelaskan, tumpukan sampah di kanal tersebut bukan merupakan kondisi yang baru. Pemerintah kelurahan bersama petugas kebersihan dan satgas kanal selama ini rutin melakukan pembersihan setiap hari. Namun, tingginya volume sampah yang terbawa aliran air menyebabkan penumpukan kembali terjadi dalam waktu singkat. "Kondisi kanal ini memang setiap hari seperti ini. Pak lurah bersama seluruh staf kebersihan sudah mengarahkan satgas kanal untuk mengambil sedikit demi sedikit sampah yang berada di wilayah Bara-Baraya Timur," katanya.

Tri menegaskan, kegiatan pembersihan kanal dilakukan setiap hari. Namun saat video yang memperlihatkan tumpukan sampah beredar luas, volume sampah sudah terlalu besar sehingga sulit ditangani secara maksimal. "Iya, tiap hari kami lakukan pembersihan. Jadi pada saat video itu viral, memang kondisi sampah sudah sangat banyak dan terjadi penumpukan karena volumenya sudah terlalu besar," tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa lokasi kanal berada di wilayah perbatasan antara Kelurahan Bara-Baraya Timur, Kecamatan Makassar, dengan wilayah Karuwisi dan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang. Karena itu, sebagian besar sampah yang ditemukan merupakan sampah kiriman yang terbawa arus dari wilayah lain. "Betul, ini adalah sampah kiriman. Seandainya kami melakukan penutupan di bagian atas kanal, mungkin sampah tidak akan sampai ke sini," ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya memilih fokus pada upaya pembersihan agar sampah tidak terus menumpuk dan menyumbat saluran air yang berpotensi menyebabkan banjir saat musim hujan. Pemerintah Kecamatan Makassar berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dapat menjadi solusi untuk mengurangi persoalan sampah di kawasan kanal. Tri juga mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke dalam kanal dan saluran air.

"Kami menghimbau kepada seluruh warga yang berada di sekitar kanal, khususnya warga Kecamatan Makassar, agar bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Kalau kita bisa menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, tentu tidak akan terjadi penumpukan sampah di kanal seperti ini," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....