KOMPAK Tanjungbalai Soroti Kelangkaan LPG Subsidi 3 Kilogram, Dugaan Pengoplosan
- 04 Jun 2026 09:54 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Tanjungbalai - Kelangkaan gas LPG subsidi 3 kilogram yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Tanjungbalai mendapat sorotan dari Komite mahasiswa pemuda aktivis Kota (KOMPAK) Tanjungbalai.
Ketua KOMPAK Tanjungbalai, Ramadhan, menilai kondisi kelangkaan LPG subsidi yang terus dikeluhkan masyarakat perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak terkait. Menurutnya, fenomena tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab sebenarnya. Rabu, 3 Juni 2026.
Ramadhan mengatakan, dengan semakin banyaknya berdiri agen maupun pangkalan gas LPG dan meningkatnya aktivitas usaha di Kota Tanjungbalai, seharusnya permintaan terhadap LPG non subsidi ukuran 12 kilogram juga mengalami peningkatan.
"Seharusnya dengan banyaknya berdiri SPPG di Tanjungbalai, permintaan pasar terhadap LPG 12 kilogram meningkat pesat. Apabila kuota produksi maupun pasokan LPG 12 kilogram tidak mengalami peningkatan, maka perlu dilakukan pengawasan lebih ketat terhadap distribusi gas yang beredar di masyarakat," ujar Ramadhan.
Ia juga mengungkapkan, adanya dugaan praktik pengoplosan LPG subsidi 3 kilogram ke tabung LPG 12 kilogram non subsidi yang perlu mendapat perhatian dari aparat dan instansi terkait.
Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti terjadi, maka hal itu menunjukkan adanya kelalaian Bagian perekonomian dan Kesbangpol Tanjungbalai dalam pengawasan distribusi LPG subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
"Kami menilai seluruh stakeholder terkait terutama bagian Perekonomian dan Kesbangpol harus meningkatkan pengawasan. Jika memang ada penyimpangan dalam distribusi LPG subsidi, maka harus ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.
Ramadhan menegaskan, persoalan kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram akan menjadi perhatian serius KOMPAK Tanjungbalai. Pihaknya berencana memberikan atensi lebih lanjut terhadap persoalan tersebut, termasuk menyampaikan berbagai temuan dan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
"Kami akan terus mengawal persoalan ini. Ke depan, hal ini akan menjadi perhatian serius kami untuk memberikan atensi hingga ke Kementerian ESDM agar masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak terus mengalami kesulitan memperoleh LPG subsidi 3 kilogram," ucapnya.
Sebelumnya, masyarakat di sejumlah wilayah Kota Tanjungbalai mengeluhkan sulitnya mendapatkan LPG subsidi 3 kilogram. Kondisi tersebut juga telah mendorong Pemerintah Kota Tanjungbalai bersama pihak terkait melakukan peninjauan dan pemantauan terhadap jalur distribusi LPG guna memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....