Pancasila, Perkuat Makna Persatuan di tengah Kebhinekaan

  • 02 Jun 2026 00:14 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, hal ini menjadi momentum memperkuat makna persatuan di tengah Kebhinekaan
  • Jika nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong terus dihidupkan, maka keamanan, ketertiban, dan kemajuan bangsa dapat diwujudkan

RRI.CO.ID, Kediri - Memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, hal ini menjadi momentum memperkuat makna persatuan di tengah Kebhinekaan. "Hari Lahir Pancasila, menguatkan kembali makna nilai dasar bangsa," kata Kapolres Kediri, AKBP Bramastyo Priaji yang bertindak sebagai Inspektur Upacara di Lapangan Apel Mapolres Kediri, Senin, 1 Juni 2026.

Pada agenda yang berlangsung khidmat ini, ungkap AKBP Bramastyo, dilakukan dengan menindaklanjuti tema Peringatan yakni 'Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia'. "Pancasila tetap menjadi fondasi utama bangsa. Nilai-nilai di dalamnya menjadi pegangan saat menghadapi tantangan zaman yang bergerak cepat," katanya.

Menurutnya, Pancasila mengajarkan tentang keadilan, persatuan, dan penghormatan terhadap sesama. "Nilai-nilai itu yang harus terus hadir dalam setiap pelayanan kepada masyarakat maupun dalam kehidupan sehari-hari," ujar AKBP Bramastyo saat membacakan amanat Kepala BPIP RI.

Makna Pancasila, tambah Kapolres Kediri, juga sebagai pemersatu bangsa kembali ditegaskan. Dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa, Pancasila hadir agar perbedaan tidak berubah menjadi pemicu perpecahan di tengah masyarakat.

"Nilai toleransi dan kemanusiaan menjadi sorotan utama. Kami menekankan bahwa menghormati keyakinan serta harkat manusia lain adalah wujud nyata pengamalan sila pertama dan kedua Pancasila dalam interaksi sosial," katanya.

Semangat gotong royong, imbuhnya, juga disebut relevan menjawab persoalan saat ini. Sebab, nilai kebersamaan dalam Pancasila membuat persoalan sosial dan ekonomi lebih ringan ketika dikerjakan bersama.

"Musyawarah mufakat menjadi cara bangsa mengambil keputusan. Prinsip dialog dan menghargai pendapat berbeda sebelum mencapai kesepakatan mencerminkan sila keempat yang harus dijaga di semua lini," katanya.

Di tempat sama, Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan mengemukakan, bahwa merawat kebangsaan tidak harus dengan langkah besar. "Menjaga persatuan bisa dimulai dari hal sederhana seperti saling menghormati, menjaga kerukunan, dan mengedepankan kepentingan bersama," kata Kompol Hari.

Ia mengatakan, nilai keadilan sosial juga diingatkan sebagai bagian penting Pancasila. Makna sila kelima mendorong setiap warga untuk peduli pada sesama dan memastikan pemerataan kesempatan dirasakan semua lapisan masyarakat.

"Melalui peringatan ini, Polres Kediri mengajak masyarakat menjadikan Pancasila sebagai pedoman bertindak. Jika nilai persatuan, toleransi, dan gotong royong terus dihidupkan, maka keamanan, ketertiban, dan kemajuan bangsa dapat diwujudkan bersama," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....