Awali Tahun Baru 1448 Hijriah, Masyarakat dan Ulama Bermunajat

  • 15 Jun 2026 22:04 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti halaman Balai Kota Kediri
  • Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, para ulama, tokoh agama, serta masyarakat menjadi cermin kuatnya persatuan dan semangat kebersamaan di Kota Kediri dalam menyongsong Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

RRI.CO.ID, Kediri - Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti halaman Balai Kota Kediri, Senin sore hingga malam, 15 Juni 2026. Sekitar 17.000 santri, ulama, dan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Kediri memadati lokasi untuk mengikuti kegiatan Istighotsah dan Doa Bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.

Kegiatan yang mengusung tema 'Bermunajat untuk Menyongsong Masa Depan yang Gemilang, Mari Kita Satukan Tekad dan Doa Demi Keselamatan, Keberkahan, dan Kemajuan Kota Kediri yang Semakin MAPAN' ini menjadi momentum refleksi dan penguatan spiritual bagi masyarakat Kota Kediri dalam menyongsong tahun baru Hijriah.

Sejumlah tokoh nasional, ulama, pejabat daerah, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Ketua MUI Pusat KH. Anwar Iskandar, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Kediri Qowimmudin Thoha, Pengasuh Ponpes Lirboyo KH. Kafabihi Mahrus, Ketua PCNU Kota Kediri KH. Abu Bakar Abduljalil (Gus Ab), serta Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim.

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abduljalil atau Gus Ab secara khusus menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolres Kediri Kota.

Menurut Gus Ab, kegiatan doa akhir tahun dan awal tahun Hijriah ini merupakan wujud kebersamaan seluruh elemen masyarakat Kota Kediri dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan, persaudaraan, serta toleransi antar umat beragama.

"Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kediri, para ulama, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut," kata Gus Ab.

Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak, seluruh masyarakat menjadikan momentum pergantian tahun Hijriah sebagai sarana muhasabah dan memperkuat tekad menghadapi berbagai tantangan masa depan.

"Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan zaman yang semakin cepat, nilai-nilai keimanan, persaudaraan, dan kebersamaan harus tetap menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat," kata Vinanda.

Harapannya, jelas Vinanda, Kediri selalu menjadi kota yang aman, teduh, masyarakatnya rukun, ekonominya tumbuh, dan anak-anak mudanya berprestasi. Selain itu, para ulama senantiasa diberikan kesehatan untuk membimbing umat.

Di sela kegiatan, Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim menyampaikan, bahwa momentum pergantian Tahun Baru Islam hendaknya menjadi sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan di tengah masyarakat.

"Momentum 1 Muharam ini bukan hanya pergantian tahun dalam kalender Hijriah, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah, memperbaiki diri, mempererat persaudaraan, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun Kota Kediri yang aman, damai, dan penuh keberkahan," kata AKBP Anggi.

AKBP Anggi menambahkan, Polres Kediri Kota akan terus bersinergi dengan ulama, tokoh agama, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah serta mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ulama, santri, tokoh masyarakat, dan warga Kota Kediri yang selama ini telah bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Semoga melalui doa bersama ini, Kota Kediri senantiasa diberikan keselamatan, kemajuan, serta dijauhkan dari segala bentuk bencana dan perpecahan," kata AKBP Anggi.

Ia meyakini, kehadiran ribuan santri dan masyarakat dalam kegiatan istighotsah tersebut menjadi bukti kuat bahwa semangat persatuan, gotong royong, dan nilai-nilai religius masih tumbuh subur di tengah masyarakat Kota Kediri.

"Semoga Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik, baik secara pribadi, sosial, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ungkapnya.

Adapun rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, penampilan rebana, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, istighotsah, doa akhir tahun dan doa awal tahun yang dipimpin KH. Kafabihi Mahrus, dilanjutkan salat Magrib berjamaah, sambutan para tokoh, mauidhoh hasanah oleh Ketua MUI Pusat KH. Anwar Iskandar, hingga salat Isya berjamaah.

Agenda ini berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, para ulama, tokoh agama, serta masyarakat menjadi cermin kuatnya persatuan dan semangat kebersamaan di Kota Kediri dalam menyongsong Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....