Tahun Baru Islam Pengingat Bijak Bermedia dan Momentum Perkuat Moderasi
- 15 Jun 2026 21:02 WIB
- Kediri
RRI.CO.ID, Jombang – Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat karakter masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital. Semangat hijrah dinilai perlu diwujudkan melalui perubahan sikap, etika bermedia, serta penguatan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.
Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Hasyim Asy'ari, Jasminto, mengatakan makna hijrah pada era digital memiliki tantangan yang berbeda dibanding masa sebelumnya. Menurutnya, ruang digital telah menjadi ruang publik baru yang mampu memengaruhi cara berpikir, perilaku, hingga kehidupan sosial masyarakat secara luas.
"Media digital saat ini bukan sekadar dunia maya, tetapi telah menjadi ruang nyata yang mampu membentuk persepsi dan memengaruhi kondisi sosial. Karena itu, masyarakat perlu mengedepankan kebijaksanaan dalam menerima maupun menyebarkan informasi kepada publik," ujarnya, Senin, 15 Juni 2026.
Ia menjelaskan, sikap bijaksana tidak hanya diperlukan saat mengonsumsi informasi, tetapi juga ketika membuat konten dan menyampaikan kembali informasi kepada masyarakat. Literasi digital yang baik dinilai menjadi bagian penting dari implementasi nilai-nilai hijrah di tengah perkembangan teknologi informasi.
Menurut Jasminto, keinginan untuk memperoleh popularitas maupun viralitas di media sosial tidak boleh mengesampingkan tanggung jawab moral atas setiap informasi yang disampaikan. Setiap unggahan di ruang digital, kata dia, harus mempertimbangkan dampak yang dapat ditimbulkan bagi masyarakat.
"Kita boleh memanfaatkan media sosial untuk berkarya dan dikenal publik, tetapi tanggung jawab terhadap kebenaran informasi tidak boleh diabaikan. Nilai itulah yang harus ditanamkan agar lahir pribadi-pribadi yang bijaksana dalam bermedia sosial," katanya.
Ia menambahkan, semangat hijrah juga perlu diwujudkan melalui penguatan moderasi beragama sebagai fondasi menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk. Sikap moderat diyakini mampu menjadi jalan untuk menciptakan kehidupan yang damai sekaligus memperkuat persatuan bangsa.
“Keluarga dan lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai hijrah kepada generasi muda. Pendidikan karakter berbasis nilai agama, toleransi, dan tanggung jawab sosial menjadi bekal penting agar generasi muda mampu menghadapi tantangan zaman secara bijak, jelasnya.
Peringatan Tahun Baru Islam pun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial tahunan semata, melainkan menjadi titik awal perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik, “Implementasi nilai hijrah melalui peningkatan akhlak, kepedulian sosial, dan etika bermedia diharapkan mampu memperkuat kualitas kehidupan bermasyarakat di era digital,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....