Game Online Jadi Modus Baru Perekrutan Radikalisme di Sulbar
- 01 Jun 2026 14:12 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulawesi Barat mengungkap modus baru perekrutan radikalisme yang menargetkan anak dan pelajar melalui permainan game online.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Sulbar, Rakhmat, menjelaskan pola perekrutan dimulai dari interaksi dalam game online. Para pelaku memberikan reward berupa top-up untuk menarik perhatian dan membangun kedekatan emosional dengan target.
"Ternyata di game online itu bisa berkomunikasi langsung. Dari berkomunikasi langsung itu di situlah mereka mengambil kesempatan bagaimana untuk merekrut," ungkap Rakhmat dalam Dialog Halo Sulbar di RRI Mamuju, Senin, 1 Juni 2026.
Setelah terjalin hubungan melalui game, pelaku mengajak korban bertukar nomor WhatsApp dan bergabung dalam grup tertutup. Di grup tersebut dilakukan doktrinasi paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme atau IRET kepada anak-anak.
"Dalam grup WhatsApp mereka, di situlah akan terjadi doktrin dan mengajak. Ini yang kita khawatirkan terkait paham IRET," tambah Rakhmat memperingatkan bahaya pola rekrutmen digital.
Kesbangpol mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak dalam penggunaan gadget dan interaksi di media sosial. Literasi digital menjadi kunci utama mencegah generasi muda terpapar paham radikal melalui ruang digital.
Momentum Hari Lahir Pancasila dijadikan pengingat pentingnya kolaborasi antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat dalam menjaga generasi muda dari ancaman radikalisasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....