Rano Karno Ingin Stadion Jakarta Dikelola Seperti San Siro
- 31 Mei 2026 16:15 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menginginkan stadion-stadion di Jakarta dikelola secara profesional dengan mencontoh San Siro Stadium di Milan, Italia. Menurutnya, stadion modern tidak hanya berfungsi sebagai arena pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi pusat kegiatan seni, hiburan, dan ekonomi yang mampu menghasilkan pendapatan berkelanjutan.
Rano menilai ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari sistem pengelolaan San Siro yang selama ini menjadi markas dua klub besar Italia, AC Milan dan Inter Milan. Selain itu, salah satu keunikan San Siro adalah kemampuannya menjadi rumah bagi dua klub rival tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.
“San Siro itu unik, satu stadion bisa mempersatukan dua klub besar, Inter Milan dan AC Milan. Sementara, maaf, Persija dengan Persib sampai sekarang masih gontok-gontokan. Ini sudah fasenya harus lewat, karena olahraga itu sportif,” ujar Rano, di Jakarta, Minggu, 31 Mei 2026.
Ia menegaskan bahwa semangat sportivitas perlu terus diperkuat dalam dunia sepak bola Indonesia. Rivalitas antarklub, menurutnya, seharusnya hanya berlangsung di lapangan dan tidak berkembang menjadi konflik di luar pertandingan.
Selain aspek sportivitas, Rano juga menyoroti model bisnis yang diterapkan di San Siro. Stadion tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kompetisi sepak bola, tetapi juga menjadi lokasi penyelenggaraan konser musik, pertunjukan seni, hingga berbagai kegiatan bisnis berskala besar.
Menurutnya, pemanfaatan stadion untuk berbagai kegiatan nonolahraga justru mampu memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Bahkan, pendapatan dari sektor hiburan dan pertunjukan kerap lebih besar dibandingkan dari penyelenggaraan liga sepak bola.
“Secara bisnis, event kesenian, ekonomi, atau performance music memberikan income yang jauh lebih besar daripada liga,” katanya.
Rano juga mengapresiasi sistem penjadwalan penggunaan San Siro yang dinilai sangat tertata. Ia mengungkapkan bahwa penyelenggara acara harus melakukan pemesanan jauh-jauh hari jika ingin menggunakan stadion tersebut, sehingga tidak terjadi benturan jadwal antarkegiatan.
Menurut dia, pola pengelolaan seperti itu perlu diterapkan di Jakarta agar penggunaan stadion menjadi lebih efektif dan terencana. Dengan manajemen yang baik, setiap agenda olahraga maupun hiburan dapat berjalan tanpa saling mengganggu.
“Kalau mau pakai San Siro untuk show apa pun, dua tahun sebelumnya mesti di-booking. Jadi tidak bisa seperti di sini, JIS penuh pindah GBK, GBK penuh pindah ke mana. Tidak bisa lagi,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....