Tujuh Film Mahasiswa Komunikasi Meriahkan Screening Perencanaan Komunikasi

  • 31 Mei 2026 12:57 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Tujuh film karya mahasiswa Ilmu Komunikasi Angkatan 2024 UIN Raden Fatah Palembang ditayangkan dalam kegiatan Screening Output Project di Bioskop CGV Social Market Palembang.
  • Produksi film melibatkan seluruh mahasiswa dalam berbagai peran dan menjadi sarana penerapan teori komunikasi secara langsung.
  • Dosen dan panitia berharap kegiatan screening terus berlanjut sebagai wadah pengembangan kreativitas, kompetensi, dan pengalaman mahasiswa di bidang produksi media.

RRI.CO.ID, Palembang - Kegiatan Screening Output Project Mata Kuliah Perencanaan Komunikasi menampilkan tujuh film karya mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Angkatan 2024 UIN Raden Fatah Palembang. Seluruh karya tersebut diputar di Bioskop CGV Social Market Palembang sebagai bentuk evaluasi sekaligus apresiasi terhadap hasil pembelajaran mahasiswa, Jumat 29 Mei 2026.

Salah satu panitia kegiatan, Pallie Febriyanti, menjelaskan bahwa screening film merupakan bagian dari tugas Mata Kuliah Perencanaan Komunikasi yang mewajibkan setiap kelas memproduksi sebuah film. Pada tahun ini, terdapat tujuh kelas yang masing-masing menghasilkan satu karya film pendek.

Setiap film memiliki durasi sekitar tujuh menit dengan tema, pesan, dan alur cerita yang berbeda sesuai kreativitas masing-masing kelompok. Keberagaman tema tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan screening yang disaksikan oleh mahasiswa, dosen, orang tua dan tamu undangan.

Dalam proses produksinya, seluruh mahasiswa dalam satu kelas terlibat aktif melalui pembagian tugas yang terstruktur. Mulai dari produser, sutradara, penulis naskah, kameramen, editor hingga tim pemasaran, seluruh peran dijalankan secara kolaboratif untuk menghasilkan karya terbaik.

Menurut Pallie, tantangan terbesar selama proses pembuatan film adalah menentukan lokasi syuting yang sesuai, mengelola kebutuhan logistik, serta mengoordinasikan para pemain dan kru produksi. Meski demikian, berbagai tantangan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan teori yang dipelajari selama perkuliahan.

Adapun tujuh film yang ditampilkan dalam screening tahun ini menghadirkan beragam cerita dan pesan menarik. Beberapa di antaranya berjudul Egois, Minta Kawin, Lirikan Matamu, Brondong Tua, Bang Jono, dan Jejeka India, yang mendapat perhatian dari para penonton selama pemutaran berlangsung.

Kegiatan screening film mahasiswa ini bukan kali pertama dilaksanakan. Program tersebut telah menjadi agenda tahunan Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik. Jika pada tahun sebelumnya lebih banyak menampilkan karya video musik, tahun ini mahasiswa difokuskan untuk menghasilkan film pendek dengan konsep yang lebih matang.

"Kalau tahun dulu itu tidak sampai 7 menit, Jadi tahun lalu lebih ke MV, gitu. Kalau tahun ini, kami lebih ke film kayak MTV, Film pent-except movie, gitu," ucap Pallie.

Palli berharap kegiatan screening dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan meningkatkan kemampuan di bidang produksi media. Ia juga berharap program tersebut mampu menginspirasi angkatan berikutnya agar menghasilkan karya yang lebih kreatif, inovatif, dan berkualitas.

Sementara itu, Dosen Pengampu Mata Kuliah Perencanaan Komunikasi, M. Mifta Farid, menegaskan bahwa kegiatan screening film merupakan bukti nyata kemampuan mahasiswa Ilmu Komunikasi dalam menerapkan teori yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam sebuah karya kreatif.

Menurutnya, film-film yang ditampilkan di layar bioskop menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan ide, menyusun konsep komunikasi, serta merealisasikannya menjadi karya yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

"Menilai kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga wadah untuk mengasah kreativitas, kerja sama tim, dan keterampilan produksi media," ucap Mifta.

Mifta berharap kegiatan screening film dapat terus dilaksanakan dan berkembang menjadi agenda rutin yang semakin berkualitas pada tahun-tahun mendatang. Ia juga mendorong pihak kampus untuk terus mendukung pengembangan kreativitas mahasiswa melalui penyediaan fasilitas dan sarana yang memadai.

Selain itu, ia mengajak mahasiswa untuk terus berkarya dan menjadikan setiap film sebagai media penyampaian pesan yang inspiratif dan bermakna. “Teruslah berkarya dengan penuh kebanggaan, karena setiap film adalah cerita yang sarat makna,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....