Pemprov DKI Libatkan Masyarakat Deteksi Sinkhole

  • 30 Mei 2026 17:48 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendorong keterlibatan masyarakat untuk mempercepat pendeteksian sinkhole atau jalan amblas, di Jakarta. Sebagai langkah mitigasi, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meminta warga untuk segera melapor, apabila menemui jalan rusak maupun amblas, agar dapat segera ditindaklanjuti.

Bahkan, Pemprov DKI Jakarta juga menyambut baik inisiatif Ijoel, yang merupakan relawan penanda jalan berlubang. Demikian disampaikan oleh Wagub Rano Karno, di kawasan Jakarta Pusat, pada Jumat 29 Mei 2026.

“Saya senang banyak Ijoel di Jakarta, karena itu saya undang Ijoel juga ke Balai Kota, segera kabarin kami. Tentu saja kita sudah jelas tahu, PJLP kita di bidang Bina Marga juga kurang. Inilah partisipasi masyarakat, sehingga kita bisa cepat tahu,” ujar Wagub Rano.

Adapun beberapa hari lalu, sinkhole atau jalan amblas dilaporkan terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Pemprov DKI Jakarta pun memberikan respon cepat terhadap penanganan jalan amblas tersebut. Jalan itu amblas selebar tiga meter dan diduga terjadi akibat adanya kerusakan konstruksi saluran air lama di bawah badan jalan. Kondisi saluran diperkirakan menurun, seiring usia infrastruktur dan tingginya intensitas hujan.

“Mungkin saja terjadi sinkhole bukan hanya di daerah-daerah itu, karena ini rembesan air yang kita gak tahu, wallahua'lam, akan terjadi di Jakarta," katanya.

Saat ini, Dinas Sumber Daya Air diketahui telah melakukan penanganan awal, dengan menutup area sinkhole menggunakan pelat baja. Sementara perbaikan permanen akan dilakukan pada saluran air di bawah badan jalan, dengan mengganti konstruksi saluran lama menggunakan box culvert beton berukuran 2x2 meter sepanjang 16 meter.

“Ini memerlukan alat berat, karena gak mungkin gak dikeruk,” ucap Wagub Rano.

Perbaikan permanen itu dilakukan pada malam hari, agar dapat berjalan optimal, tanpa menimbulkan dampak besar terhadap lalu lintas. Adapun pekerjaan tersebut diperkirakan berlangsung selama tiga hari, dengan menyesuaikan kondisi lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....