Konsep “BAHAGIA” Kunci Seimbang Dunia dan Akhirat

  • 29 Mei 2026 20:12 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID,Madiun – Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, menjaga keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat menjadi tantangan tersendiri. Kondisi itu menggambarkan rutinitas yang dialami hampir semua kalangan, terutama para ibu dengan peran ganda.

“Seperti kita ketahui, kita semua tidak lepas dari kesibukan. Sejak bangun tidur pun kita sudah disibukkan dengan berbagai aktivitas,” ujar Ustadzah Dr. Lutfi Ulfa Ni'amah, M.Kom.I kepada RRI, kemarin.

Ia menegaskan bahwa sejatinya manusia diciptakan sebagai khalifah fil ardh yang memiliki tanggung jawab menjalani hidup dengan sebaik-baiknya.

“Artinya kita harus berusaha menjalani hidup dengan sebaik-baiknya, karena sejatinya seluruh kehidupan kita adalah ibadah,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan prinsip penting dalam menjalani kehidupan, yakni keseimbangan antara dunia dan akhirat.

"Kerjakanlah duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan kerjakanlah akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok,” ungkapnya sembari menekankan pentingnya kesadaran akan tujuan hidup.

Lebih lanjut, Ustadzah Lutfi mengungkapkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur’an.

“Carilah kebahagiaan akhirat dari apa yang Allah berikan kepadamu, tetapi jangan lupakan bagianmu di dunia,” jelasnya mengutip Surat Al-Qasas ayat 77, sebagai pedoman hidup yang harmonis.

Untuk menjawab tantangan hidup modern, ustadzah Lutfi memperkenalkan konsep sederhana bertajuk “BAHAGIA” sebagai panduan praktis. Poin pertama adalah B – Berdoa, yakni mengawali setiap aktivitas dengan doa dan niat ibadah.

“Jika diniatkan ibadah, maka semua aktivitas kita bernilai ibadah,” katanya.

Kemudian A – Atur waktu dengan bijak, agar kesibukan tidak menghalangi kewajiban seperti salat yang telah ditentukan waktunya. Selanjutnya, konsep H – Hidupkan ibadah mengajak masyarakat tetap berzikir dan mengingat Allah di tengah aktivitas.

Disusul A – Amal kecil yang konsisten, yang menekankan bahwa kebaikan sederhana seperti senyum dan menyapa memiliki nilai besar jika dilakukan terus-menerus.

"Tidak harus besar, yang penting rutin dan bernilai,” tambahnya.

Pada poin berikutnya, G – Gigih menekankan pentingnya bekerja keras sebagai bagian dari ibadah, selama diniatkan karena Allah. Lalu I – Istiqamah, yakni konsisten dalam melakukan kebaikan meskipun kecil.

"Konsisten dalam kebaikan, walaupun kecil, itulah yang menjadi bekal kita,” sebutnya.

Sebagai penutup, ustadzah Lutfi menekankan poin terakhir, A – Akhirat tujuan utama, bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.

"Dunia hanya sementara, akhirat selamanya,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi hidup dengan kebaikan, karena setiap perbuatan akan menjadi pertanggungjawaban di akhirat.

“Mari kita isi hidup ini dengan kebaikan, karena apa yang kita lakukan di dunia akan menjadi saksi di akhirat nanti," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....