Empat Nasihat Kitab Suci sebagai Bekal Menata Hidup di tengah Tantangan Zaman

  • 31 Mei 2026 21:37 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Program Mutiara Pagi RRI Madiun kembali menghadirkan kajian islami yang penuh makna bagi pendengarnya. Dalam siaran bertema “Empat Nasihat dari Empat Kitab Suci”, narasumber Ustadz Amir Abdullah, M.Pd.I mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai ajaran agama sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Kajian ini tidak hanya menyoroti Al-Qur’an, tetapi juga merangkum pesan universal dari Taurat, Zabur, dan Injil yang dinilai relevan sepanjang zaman.

Mengawali tausiyahnya, Ustaz Amir menekankan pentingnya memulai hari dengan rasa syukur dan pikiran positif. Ia mengingatkan bahwa setiap pagi adalah kesempatan baru yang patut disyukuri. “Hari ini adalah karunia. Kita masih diberi kesempatan untuk hidup, belajar, dan memperbaiki diri,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa kebiasaan mengeluh dan berpikir negatif sejak bangun tidur dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.

Dalam pemaparannya, Ustadz Amir menjelaskan bahwa para ulama telah merangkum inti ajaran dari empat kitab suci menjadi nilai-nilai praktis yang bisa diterapkan dalam kehidupan. Salah satu nasihat penting berasal dari Kitab Taurat yang mengajarkan sikap ridha dan syukur. Ia mengutip, “Barang siapa yang ridha terhadap apa yang Allah berikan, maka ia akan mendapatkan ketenangan di dunia dan akhirat.” Menurutnya, sikap ini mampu menjaga hati dari iri, dengki, dan kegelisahan yang sering muncul dalam kehidupan modern.

Nasihat berikutnya berasal dari Kitab Zabur yang menekankan pentingnya menjaga interaksi sosial. Ustadz Amir menjelaskan bahwa manusia perlu bijak dalam bergaul agar tidak terjebak dalam hal-hal negatif. Ia menyampaikan, “Barang siapa yang membatasi interaksinya dengan manusia secara bijak, maka ia akan selamat di dunia dan akhirat.” Ia menegaskan bahwa membatasi bukan berarti menjauhi, melainkan menjaga kualitas hubungan agar tetap sehat dan bermanfaat.

Sementara itu, dari Kitab Injil, Ustadz Amir menyoroti pentingnya pengendalian diri sebagai kunci kemuliaan. Ia mengutip, “Barang siapa yang mampu mengendalikan syahwatnya, maka ia akan mulia di dunia dan akhirat.” Menurutnya, kemampuan mengontrol keinginan diri menjadi fondasi utama dalam menjaga kehormatan, karena tanpa kontrol, manusia mudah terjerumus pada perilaku yang merugikan diri sendiri.

Sebagai penutup, Ustadz yang juga pengasuh pondok pesantren di Kota Madiun ini mengingatkan pentingnya menjaga lisan sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an. “Barang siapa yang menjaga lisannya, maka ia akan selamat di dunia dan akhirat,” tuturnya. Ia menambahkan bahwa di era digital, menjaga lisan juga mencakup menjaga tulisan di media sosial. Ustadz Amir pun mengajak masyarakat menjadikan pagi sebagai momentum memperbaiki diri. “Mari kita biasakan memulai pagi dengan mindset yang baik. Karena hidup ini butuh arah dan petunjuk,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....