Angka Anak Tidak Sekolah di Buol Masih Tinggi
- 30 Mei 2026 18:07 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Pemerintah Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, kini tengah menghadapi tantangan serius dalam sektor pendidikan. Berdasarkan data terbaru, angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayah ini tercatat masih cukup tinggi. Fenomena ini memicu kekhawatiran berbagai pihak terkait masa depan generasi muda dan indeks pembangunan manusia (IPM) di daerah tersebut.
Selain masalah finansial, hasil pemetaan di lapangan menunjukkan beberapa faktor krusial lainnya seperti, Beberapa desa di pelosok Buol memiliki akses transportasi yang sulit menuju sekolah terdekat, terutama bagi wilayah perbukitan dan pesisir terpencil, Kasus pernikahan di usia anak juga andil dalam menghentikan keberlanjutan pendidikan, khususnya bagi anak perempuan dan beberapa wilayah dinilai masih kekurangan fasilitas pendidikan kesetaraan (seperti Kejar Paket A, B, dan C) yang fleksibel bagi anak-anak pekerja.
Ida, Pemerhati pendidikan di kabupaten buol menyebutkan bahwa faktor ekonomi atau kemiskinan masih menjadi akar masalah utama mengapa banyak anak usia sekolah harus putus di tengah jalan atau bahkan tidak pernah mengecap bangku pendidikan sama sekali.
"Banyak anak yang terpaksa ikut membantu orang tua mereka seperti bekerja di ladang, menambang dan sektor informal lainnya demi mencukupi kebutuhan sehari-hari. Kesadaran akan pentingnya pendidikan jangka panjang seringkali kalah oleh tuntutan ekonomi yang mendesak," Ujarnya kepada rri.co.id, Jum'at, 29 Mei 2026.
Ida berharap, dengan adanya sinergi yang kuat dan validasi data yang akurat di tingkat desa, angka anak tidak sekolah di Kabupaten Buol dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan, demi terwujudnya hak pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....