Dua Dekade Gempa DIY, Pemkab Bantul Perkuat Sistem Mitigasi Bencana

  • 25 Mei 2026 17:32 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Gempa dasyat yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk Kabupaten Bantul pada 2006 silam, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat. Berkaca dari peristiwa itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berkomitmen penuh memperkuat sistem mitigasi bencana.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, perkembangan peralatan evakuasi dan sistem pendukungnya kini sudah semakin baik. Hal itu ia ungkapkan ketika menghadiri kegiatan refleksi dua dasawarsa gempa Bantul di Monumen Gempa, Potrobayan, Srihardono, Pundong pada Sabtu 23 Mei 2026.

“Ternyata di bidang kebencanaan ini muncul kreativitas baik peralatan maupun software. Jadi peralatan serta sistem mitigasi yang kita perlukan baik untuk gempa bumi, laka laut, kebakaran, sampai tsunami itu sudah semakin baik,” ucapnya.

Halim menyebut, perkembangan ini menjadi unsur penting dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Bumi Projotamansari. Meski begitu, ia menilai jika jumlah peralatan tersebut masih perlu ditambah.

“Peralatan kita hari ini sudah relatif semakin baik, semakin sempurna. Tinggal jumlahnya saja yang belum memadai,” ujarnya.

Menurutnya, salah satu alat yang perlu ditambah adalah sistem peringatan dini. Sebab, keberadaan alat tersebut sangat krusial untuk mempercepat respons masyarakat saat terjadi bencana.

“Ke depan kita perlu perbanyak alat seperti Warning Siren System. Alat tersebut sangat baik jika didistribusikan ke tempat-tempat atau instansi yang memerlukan. Sehingga pesan peringatan dini bisa disampaikan lebih cepat,” katanya.

Sebagai kilas balik, gempa yang terhadi pada 27 Mei 2006 tersebut, tercatat berkekuatan Magnitudo 6,3 dan berlangsung selama 57 detik. Dari data BPBD Kabupaten Bantul total korban meninggal tercatat mencapai 5.782 jiwa sementara 26.299 lainnya mengalami luka-luka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....