Populasi Melimpah, Kambing Dan Domba Purbalingga Dijajakan Keluar Daerah
- 25 Mei 2026 14:35 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purbalingga - Melimpahnya stok ternak khususnya kambing dan domba di Purbalingga dimanfaatkan oleh para peternak lokal untuk meraup untung ke luar daerah. Sejak sekitar 20 hari yang lalu, pengiriman kambing dan domba asal Purbalingga dilakukan oleh pedagang maupun peternak menuju area Jakarta dan sekitarnya.
Setiap pedagang atau peternak rata-rata membawa sekitar 100 hingga 150 ekor kambing maupun domba dalam sekali perjalanan. Ternak-ternak ini dikirim untuk memenuhi pesanan khusus maupun untuk dipasarkan langsung di lapak-lapak hewan kurban yang menjamur di ibu kota.
Hal ini dibenarkan, Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan Rumah Potong Hewan (RPH) Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Kabupaten Purbalingga, Supriyono, bahwa jumlah kambing di Purbalingga mencapai 260 ekor, sementara populasi domba lebih dari 26 ribu ekor.
“Kabupaten Purbalingga dikenal sebagai salah satu daerah dengan populasi ternak kambing dan domba yang melimpah. Potensi yang besar ini membuat para peternak lokal gencar membidik pasar ibu kota menjelang Hari Raya Idul adha,” katanya
"Meski populasinya melimpah, tidak semua ternak tersebut diperuntukkan sebagai hewan kurban, sebagian di antaranya tetap dipertahankan oleh peternak untuk memenuhi kebutuhan konsumsi harian masyarakat serta untuk keperluan pengembangbiakan," terangnya.
Untuk memastikan keamanan konsumen dan kelancaran proses distribusi, dijelaskan Supriyono, DPPP Purbalingga memastikan seluruh hewan ternak yang keluar daerah telah melalui prosedur cek kesehatan dan dibekali Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
" SKKH menjadi syarat utama untuk bisa masuk ke daerah tujuan, terlebih untuk pengiriman ke Jakarta yang jalurnya lintas provinsi yang diawasi ketat," ucapnya.
Di sisi lain, mengenai arus masuk hewan ternak ke Kabupaten Purbalingga, pihak dinas mencatat bahwa mayoritas pergerakan hanya terjadi antar-kabupaten di dalam lingkup Provinsi Jawa Tengah saja.
"Lalu lintas ternak dalam provinsi memang tidak seketat pengawasan antar-provinsi," imbuhnya.
"Hal ini disebabkan karena tidak adanya posko khusus pemeriksaan lalu lintas hewan ternak di perbatasan antar-kabupaten, sehingga pemantauan difokuskan langsung pada kondisi kesehatan hewan saat berada di dalam pasar," pungkas Supriyono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....