Kesehatan Mental di Tempat Kerja
- 24 Mei 2026 14:16 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Tekanan pekerjaan dan tuntutan yang semakin tinggi membuat isu kesehatan mental di tempat kerja kini semakin banyak dibicarakan. Psikolog Imam Faisal H., S.Psi., M.A., mengatakan perkembangan teknologi juga membuat batas jam kerja menjadi semakin tidak jelas karena pekerja masih bisa dihubungi kapan saja meski sudah berada di rumah.
“Sekarang semua bisa diakses lewat WhatsApp atau media sosial. Jadi pekerjaan terasa tidak terbatas waktu. Bahkan setelah pulang kerja masih ada tuntutan menyelesaikan pekerjaan lain,” kata Imam Faisal dalam dialog Ruang Psikologi RRI Purwokerto.
Imam Faisal menjelaskan, kondisi tersebut dapat memicu kelelahan mental atau burnout. Menurutnya, banyak pekerja terlihat baik-baik saja di kantor, tetapi sebenarnya mengalami kejenuhan dan kehilangan makna dalam pekerjaan.
“Kadang orang datang kerja hanya menjalani rutinitas saja, seperti robot. Produktivitasnya menurun dan tidak lagi merasakan bahagia di tempat kerja,” katanya.
Imam Faisal juga menyoroti lingkungan kerja toxic yang bisa berdampak pada kesehatan mental pekerja. Salah satu cirinya adalah minim apresiasi dari atasan maupun rekan kerja.
“Bukan hanya soal gaji, tetapi lingkungan sosial di tempat kerja juga penting. Pujian sederhana atau penghargaan kecil bisa membuat seseorang merasa dihargai,” tambahnya.
Selain itu, Imam Faisal menyarankan pekerja untuk mulai mengenali tanda stres berlebihan, seperti mudah lelah, sulit fokus, hingga muncul keluhan fisik. Ia menilai menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik.
“Kalau stres sudah mengganggu aktivitas dan tidak bisa diatasi sendiri, jangan ragu mencari bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....