Pelatihan Kuliner Tradisional Dorong Desa Wisata Kembangkan Potensi Lokal
- 24 Mei 2026 06:21 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman mendorong desa wisata untuk mengembangkan potensi kuliner tradisional sebagai daya tarik wisata berbasis masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan dan Pendampingan Pengelolaan Desa Wisata, Pokdarwis, Destinasi berbasis Community Based Tourism (CBT) di Desa Wisata Kampung Satwa, Kedung Banteng, Sumberagung, Moyudan, beberapa waktu lalu.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri dari pengelola desa wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga pelaku UMKM desa wisata. Mereka mendapatkan pelatihan mulai dari pengenalan gastronomi kuliner tradisional Sleman Barat, inovasi makanan tradisional, hingga praktik pengolahan makanan berbasis pangan lokal.
Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman Agus Budi Nugraha mengatakan kuliner tradisional memiliki potensi besar untuk mendukung perkembangan desa wisata di Sleman. Menurutnya, makanan khas daerah tidak hanya menjadi konsumsi wisatawan, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata dan identitas budaya.
“Kuliner bukan hanya soal makanan, tetapi juga cerita, budaya, dan pengalaman wisata. Melalui pelatihan ini kami berharap desa wisata mampu menghadirkan produk kuliner yang khas, kreatif, dan memiliki nilai jual bagi wisatawan,” ujar Agus.
Dalam pelatihan tersebut para peserta diajak memahami teknik pengolahan hingga penggunaan bumbu dasar kuliner tradisional. Tak hanya teori, peserta juga mengikuti sesi praktik memasak berbagai menu tradisional mulai dari appetizer, main course, hingga dessert dengan sentuhan modern tanpa menghilangkan cita rasa khas daerah.
Selain itu, peserta turut melakukan kunjungan studi orientasi ke Koetatoea, Semarang, Jawa Tengah. Dalam kunjungan tersebut, peserta mempelajari langsung proses pembuatan lumpia khas Semarang, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga strategi pengembangan produk sebagai wisata kuliner.
“Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat menggali potensi lokal sebagai kekuatan utama pariwisata berbasis masyarakat atau Community Based Tourism (CBT), sehingga desa wisata tidak hanya berkembang sebagai destinasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....