Ibadah Kurban Jadi Simbol Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
- 23 Mei 2026 19:19 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Dr. Saifuddin, M.Ag., menjelaskan seekor domba dapat diniatkan untuk satu keluarga dalam ibadah kurban. Penjelasan tersebut disampaikan dalam program Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurutnya, dasar hukum ketentuan tersebut berasal dari hadis sahih riwayat Imam al-Tirmidzi. Hadis itu menjelaskan praktik ibadah kurban pada masa Nabi Muhammad saw.
“Pada masa Rasulullah saw, seseorang menyembelih seekor domba untuk dirinya dan keluarganya,” ujarnya. “Mereka kemudian memakan sebagian dan membagikan sebagian daging kurban kepada orang lain.”
Saifuddin menjelaskan keluarga dalam hadis tersebut mencakup orang-orang yang berada dalam satu tanggungan nafkah. Mereka meliputi suami, istri, anak, serta anggota keluarga lain yang dinafkahi.
Ia menegaskan kepala keluarga diperbolehkan berkurban seekor kambing dengan niat untuk seluruh keluarganya. Ketentuan tersebut dinilai memudahkan umat Islam dalam melaksanakan ibadah kurban.
“Hadis tersebut menjadi dasar bahwa seekor kambing dapat diniatkan untuk satu keluarga,” katanya. “Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dalam ibadah kurban.”
Saifuddin menambahkan beberapa riwayat juga menyebut Nabi Muhammad saw pernah berkurban untuk umatnya. Kurban tersebut ditujukan bagi umat yang belum mampu melaksanakan ibadah kurban.
Menurutnya, ibadah kurban tidak hanya bermakna menyembelih hewan semata. Kurban juga menjadi simbol ketakwaan dan kepedulian sosial terhadap sesama.
Ia berharap masyarakat memahami makna kurban secara utuh menjelang Hari Raya Iduladha. Pemahaman tersebut dinilai penting agar ibadah kurban dilaksanakan sesuai tuntunan syariat Islam.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....