Produk UMKM Jateng Diboyong ke Makassar, Dekranasda Optimistis Tembus Pasar Baru
- 22 Mei 2026 21:13 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Sebanyak 12 produk unggulan perwakilan dari kabupaten/kota dan mitra diboyong Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah ke ajang Dekranas Expo 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Langkah ini dilakukan untuk membidik pasar baru sekaligus memperluas promosi produk kerajinan dan UMKM unggulan Jawa Tengah di tingkat nasional.
Keikutsertaan dalam rangkaian HUT ke-46 Dekranas yang digelar di Trans Studio Mall Makassar pada 9–12 Juli 2026 itu akan dikemas melalui Paviliun Jawa Tengah. Paviliun tersebut menjadi sentra promosi produk dari 35 kabupaten/kota dengan melibatkan dukungan Bank Indonesia, Bank Jateng, serta 10 Dekranasda daerah.
Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin mengatakan expo tersebut menjadi peluang besar bagi pelaku UMKM dan pengrajin untuk memperluas akses pasar. Sejumlah produk unggulan seperti batik khas Sragen, bordir Kudus, hingga sepatu rajut asal Magelang telah melalui proses kurasi untuk ditampilkan di Makassar.
“Potensi-potensi ini kita kurasi. Yang belum terakomodir tadi juga saya minta untuk diakomodir,” katanya saat rapat kepengurusan Dekranasda di Kantor Gubernur Jateng, Jumat 22 Mei 2026.
Menurut Nawal, keikutsertaan dalam expo tidak sekadar mengejar penjualan selama pameran berlangsung. Ajang tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama jangka panjang dan memperluas jaringan pemasaran produk unggulan Jawa Tengah.
Meski demikian, ia mengingatkan tantangan yang kerap dihadapi pelaku usaha setelah permintaan meningkat, yakni menjaga kualitas dan kapasitas produksi. Pendampingan pascaexpo dinilai penting agar pengrajin mampu memenuhi kebutuhan pasar tanpa mengurangi mutu produk.
Dekranasda Jawa Tengah bersama Bank Indonesia juga akan melakukan monitoring terhadap transaksi dan tindak lanjut hubungan dengan pembeli. Upaya ini dilakukan untuk mendorong terciptanya pelanggan tetap bagi para pengrajin dan pelaku UMKM.
Berkaca dari pengalaman sebelumnya, daya beli masyarakat di ajang Dekranas Expo cukup tinggi sehingga produk UMKM Jawa Tengah kerap habis terjual. Pada penyelenggaraan serupa tahun 2025, total transaksi penjualan bahkan mencapai Rp926,7 juta.
“Kesempatan ini jangan disia-siakan. Biasanya kita pulang barang sudah habis, karena daya beli di sana tinggi,” ujarnya.
Nawal turut mengapresiasi semangat kebersamaan kabupaten/kota yang memilih bergabung dalam Paviliun Jawa Tengah meskipun berpeluang membuka stan mandiri. Konsep paviliun bertema “Kampung Joglo” juga akan diperkuat dengan sajian kudapan dan minuman khas daerah untuk menarik minat pengunjung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....